Pidato Santri Tentang Kemuliaan Ilmu, Guru dan Ulama

oleh -2.696 views
Pidato Santri tentang kemuliaan ilmu, guru dan ulama
Penampilan pidato salah satu Santri Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, dalam menyambut acara Muktamar Sastra 2018

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad!

Kita di pesantren dijarkan Kitab Taklimul Mutaalim, dimana di dalamnya ada fasl yang khusus membahas cara memuliakan ilmu dan ulama فصل في تعظيم العلم واهله.

Kata Kitab Taklim (sebutan untuk Kitab Taklumul Mutaalim), “ اعلم بان طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به الا بتعظيم العلم واهله” “ketahuilah, sesungguhnya santri atau pelajar, tidak akan bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan cara mumuliakan ilmu dan orang yang mempunyai ilmu yakni ulama”.

Itu kata “Kitab Ta’lim” kawan, bukan kata saya.

Akhlak santriwati Banu Hasyim sehabis ngaji Alquran pada IbuNyai

Oleh karena itu, bila santri ingin memiliki ilmu yang manfaat di dunia dan akhirat wajib baginya memuliakan ilmu dan ulama.

Bagaimana, santri sanggup memuliakan ilmu dan gurunya?

Santri sanggup memulikan ilmu dan ulama?

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad!  

Bahkan saking hormatnya, saking takzimnya pada guru, Sayyidina Ali rodiallahu anhu pernah berkata: “انا عبد من علمني حرفا واحدا ان شاء باع واشاء اعتق وان شاء استرق” “saya adalah budaknya orang yang mengajari saya, satu huruf sekali pun. Jadi saya terserah dia, apakah mau menjualku, atau mau memerdekakanku”. Itulah perkataan Sahabat Ali sekaligus menantu Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam.

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad!

Bahkan dalam “Kitab Taklim” itu dikatakan, apabila seseorang ingin memiliki keturunan yang alim, keturunan yang paham agama, maka muliakanlah orang alim.

Makanya jangan sembarangan bersikap, bertutur kata kepada ulama apalagi sampai menghujat.    

Rosulullah pernah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud:

(العلماء ورثة الأنبياء إن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما ولكن ورثوا العلم فمن أخذه أخذ بحظ وافر( رواه أبو داود والترمذي

Ulama itu adalah pewaris para nabi. Karena sesungguhnya para nabi itu tidak mewariskan  dinar dan dirham melainkan mereka itu mewariskan ilmu.

Maka tidak berlebihan bila dalam Kitab Taklim itu mengatakan, kalau ingin anak seseorang itu alim maka muliakanlah ualam.

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad

Baca juga: Pidato Tentang Santri Zaman Now