Jodohku di Tangan Kyai

oleh -
Jodohku di tangan kyai

Fajar menyingsing, suara pipit dan ayam saling bersahutan, kabut putih masih saja menutupi kejernihan embun pagi, dan aku masih saja tentang gadis kemarin. Dan yang pasti gembala kambingku tetap harus kujalani karena baktiku pada kyai.

Seperti hari biasanya, cuaca cerah dan angin yang bersahabat namun satu yang berbeda hari ini, yakni suasana hatiku. Menggembala seakan tak ada penat tak ada beban apalagi hanya persoalan matahari yang menyengat.

Hari demi hari lalu bulan dan tahun kambing kambingku menggemuk, ayam dan bebek sudah menjadi induk bagi anak anaknya dan usiaku telah sampai pada kematangan meski ilmu yang aku peroleh hanya sekedar menggembala ternak dengan baik. Belajar dari takdim dan patuh pada kyai. Dan hari ini yang kalian harus tahu adalah hari dimana aku akan menikah. Iya menikah di dhalem Kyai dengan seseorang gadis yang beliau pilihkan untukku, lalu bagaimana dengan gadis kerudung unguku? Gadis yang sepenuh hati berada dalam kekagumanku bertahun tahun. Sejujurnya sudah setahun terakhir aku tidak pernah melihatnya lagi melintas menebar senyumnya pada angin dan pohon-pohon yang kemudian mereka sampaikan padaku. Aku bahkan tidak tahu dengan siapa hari ini akan dinikahkan karena semua itu kehendak kyai. Aku hanya bisa menurut sebab tidak mungkin beliau memilihkanku gadis yang salah.

Baca juga: Apa Artinya Tidur Seranjang, Bila Tak Menyentuhnya

@@@