“Harlah NU 2019”, KH Said Aqil Ingatkan Ancaman Serius Sampah Plastik

oleh -471 views
Harlah NU 2019, Said Aqil Ingatkan Ancaman Serius Sampah Plastik

JAKARTA, SantriNow | Pada acara “Harlah NU 2019” yang ke-93, Ketua Pengurus Besar Nahdalatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH Said Aqil Sirajd, dalam pidatonya mengingatkan tentang bahaya serius sampah plastik terhadap lingkungan hidup, Kamis (31/01/19).

Kang Said (sapaan akrabnya) mengatakan, sampah plastik ke depan akan menjadi ancaman besar terhadap kesehatan lingkungan hidup. “Jelas sekali dalam kaidah ushul fiqh “لاضرر ولاضرار” “tidak boleh ada sesuatu dalam kehidupan kita ini yang akan membahayakan kita dan masa depan kita”. NU harus siap menjawab tantangan problem besar itu yaitu Sampah Plastik,” tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, “seandainya sampah plastik itu kita hukumi sampai “ويسعون في الارض فسادا، ظهرالفساد في البر والبحر”, maka hukumannya berat “اويقتلوا او يصللبوا الخ…”  maka pelaku yang membuang sampah seenaknya itu hukumannya berat, kalau termasuk “ويسعون في الارض فسادا”, ungkapnya.

Karenanya, Kang Said menyampaikan kepada hadirin dan juga Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo, yang bersedia hadir dalam acara “Hampri Satu Abad Nahdlatul Ulama” itu, pada acara Musywarah Nasional Nahdalatul Ulama tanggal 27 Februari sampai 1 Maret akan membahas tiga perkara.

Baca juga: Darurat Buzzer Account

Pertama: Akan menegaskan kembali keputusan Muktamar NU di Banjar Masin, bahwa Indonesia bukan negara Islam melainkan “Darussalam”.

Kedua:  Akan bicara tentang monopoli perdagangan, “yang kita lihat sekarang adalah ketimpangan masih terjadi dengan alasan pasar bebas, ternyata masih mengandung kezaliman. Disitu bebas bersaing atara pengusaha-pengusaha baik besar maupun kecil. Jadi Dul Kifli dan Madrais bersaing dengan Podo Moro, Lippo. Karenaya pemeritah harus melakukan afirmasi, keberpihakan kepada masyarakat kecil”, ungkapnya.

Baca juga: Ini Dia Bungkus Permen Pembawa Derita

Ketiga: Ancaman sampah plastik, zamanh atau nailan plastik. Dan yang terakhir: Memperkuat kembali definisi Islam Nusatara secara sistemik secara ilmiyah. Katanya, “suapaya kita bisa menjawab orang yang tidak paham, belum paham atau pura-pura tidak paham tidak mau paham. Ada khotib di Sumatra Barat, Said Aqil mengajak kita murtad dengan Islam Nusantara. Beliau khutbah jumat dengan bahasa Indonesia, pungkasnya. (*)

Penulis: Rizal

Editor: Muweil