Soal Tes Baca Quran Menurut Abdul Muqsith Ghazali

oleh -354 views
Soal Tes Baca Quran Menurut Adul Muqsith Ghazali

JAKARTA, SantriNow | Di media sosial facebook dan twitter masih ramai tentang isu capres diminta tes baca Quran oleh warga Aceh. Informasi yang menyita perhatian warganet itu akhirnya dapat tanggapan oleh beberapa tokoh tak terkecuali Cedekiawan Muda NU Abdul Muqsith Ghazali.

Kata Dosen UIN Syarif Hidayatullah itu dalam akun facebook pribadinya mengatakan begini:

Baru saja saya ditanya wartawan tentang sikap saya terkait gonjang-ganjing perlu tidaknya diselenggarakan tes baca al-Qur’an bagi pasangan capres-cawapres untuk pemilu April 2019.

Saya jawab demikian; Kemampuan baca al-Qu’an sebenarnya bukan kualifikasi yang diperlukan dalam konteks Indonesia yang bukan negara Islam.

Tapi bisa saja sekelompok warga negara membuat persyaratan tambahan untuk memastikan apakah calon yang hendak dipilihnya cukup meyakinkan menurut kualifikasi mereka atau tidak.

Misalnya di Aceh yang memang merupakan daerah istimewa dengan penerapan syariat Islamnya. Jika sekelompok masyarakat Aceh ingin mengetahui kemampuan baca al-Qur’an kandidat capres cawapres, maka tes baca al Quran sangat mungkin dilakukan. Tapi tentu tidak dengan cara pemaksaan melainkan kesukarelaan.

Sebab tak menutup kemungkinan di antara mereka ada yang ingin memilih pasangan capres-cawapres hasil ijtima ulama. Namun, untuk betul-betul memilih, mereka ingin dapat kepastian terlebih dahulu, misalnya; apakah calon yang direkomendasikan para ulama itu bisa al Qur’an atau tidak, bisa berwudhu dengan benar atau tidak, bisa menjadi imam shalat atau tidak, dan seterusnya.

Demikianlah. Tapi sekali lagi perlu dikatakan bahwa mengadakan acara tes baca al Quran itu bukan perintah undang undang melainkan bisa meniadi inisiatif sebagian umat Islam yang siapa tahu para kandidat tak keberatan untuk diadakan.

Kamis, 3 Januari 2019 (Abdul Moqsith Ghazali)

(Now)

Baca juga: 7 Pesan Habib Luthfi bin Yahya di Awal Tahun 2019