#Santri Mengaji Indonesia

oleh -
Santri Mengaji Indonesia

SantriNow | Mari sejenak santri mengaji Indonesia. Indonesia menurut sejarahnya diukir dari darah para pahlawan. Nyawa yang hilang adalah lillah untuk sebuah negeri yang kaya raya dengan beragam suku dan budaya. Tanah ini adalah bumi pertiwi yang bernama Indonesia. Lahir diantara banyak penjajah yang merampas banyak jiwa.

Tanah ini layaknya syurga. Sumber air yang murni serta laut yang senantiasa berbuih mengutarakan senyum pada nyiur yang melambai pada tarian ombak ditengah lautan. Gunung-gunung dan hutan adalah konsumsi keindahan. Tambang minyak dan emas adalah kekayaan warisan Tuhan.

Bahasa dan budaya adalah keragaman yang menjadi asset paling langka. Tanah ini pula menanggung banyak perbedaan tapi punya satu gagasan yang diberi nama Bhinneka Tunggal Ika kemudian pancasila sebagai dasar keutuhan Negara.

Membaca tanah ini adalah membaca diri sendiri. Dimana kita dituntut untuk menjadi mandiri dan bersyukur atas nikmat yang bertubi-tubi. Tapi sayang, adakalanya kita harus menangisi negeri sendiri karena gejolak yang terjadi. Negeri yang semestinya diagungkan malah menjadi bahan cercaan orang-orang. Negeri yang diperjuangkan dari jajahan harus kembali dijajah dengan ketidak bertanggungjawaban. Mengapa demikian? Karena minimnya pengetahuan dan memungkiri perjuangan para pahlawan.

Apalagi di era ini maraknya media juga menjadi boomerang bagi keberlangsungan negeri ini. Dimana perpecahan dan ujaran kebencian adalah sesuatu yang selalu menjadi bahan sorotan dan saling menjatuhkan. Bisa dikatakan, kita sedang hidup dalam suasana geram, dimana orang orang asyik mencari kesalahan kemudian diterbitkan, belum lagi persoalan politik yang kejam.

Hari ini membaca Indonesia bukan lagi tentang kekayaan. Menafsirkan Indonesia bukan lagi tentang keanekaragaman tetapi Indonesia adalah medan perang yang sedang bersiap-siap untuk dihancurkan oleh bangsanya sendiri. Tanah syurga yang dulu disanjung kini semakin gersang karena masih terlalu banyak yang belum mengerti bagaimana indahnya perbedaan.

Baca juga: Santri Nih, Bukan Kaleng-Kaleng

Tampak dua orang dari Agama Kristen berjalan di atas karpet merah dalam acara Harlah Muslimat NU ke-73

Lalu bagaimana Indonesia mendatang? Banyak hal yang perlu diperjuangkan kembali, mulai dari militansi terhadap negeri ini. Substansi dari para petinggi dan konsumsi untuk para generasi. Karena masa depan suatu negeri tergantung bagaimana memberikan asupan konsumsi yang baik kepada generasi. Jangan hanya sibuk menghakimi dan membelah diri menjadi kubu-kubu sendiri.

Indonesia adalah sebuah tanah yang harus dibangun bersama dari sekian banyak perbedaan yang ada, bukan untuk ditumpangi kepentingan diri sendiri.

*Fahrur Rozi