Santri Boleh Sarungan Tapi Otak Millennial

oleh -419 views
Santri Millennial Sarungan

SantriNow | Mari kita bicara tentang sosok Santri Millennial. Santri  mulai dulu hingga sekarang dikenal dengan kaum saruangan. Label itu disematkan lantaran santri saban hari selalu mamakai sarung bukan celana, apalagi celana cingkrang.

Namun kendati santri sarungan setiap hari tapi otaknya millennial. Otak santri penuh dengan ilmu pengetahuan, penuh dengan teori-teori salaf dan kholaf. Mereka menguasai beragam ilmu dari yang agamis sampai yang materialis.

Benarkah santri sarungan otaknya millennial? Mari buktikan sama-sama.

Ciri-ciri kaum millennial secara umum adalah:

1# Peka dengan informasi terkini

Santri zaman now sudah pasti peka dengan keadaan sosial terkini, meskipun misalkan ia jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Hal ini disebabkan jaringan kyai dan satri mulai dari Sabang hingga Merauke selalu terkoneksi. Apalagi sekarang media sosial sudah bukan barang mewah bagi santri, melainkan barang biasa.

Informasi apa pun sekarang, santri sudah mengetahui. Bahkan mereka mempu memainkan isu terkini supaya bisa terkendali. Contoh, santri mampu memadamkan isu hoaks yang sudah barang basi di media sosial dengan cara menyebar konten positif.

Baca juga: Menjadi Pahlawan Santri Milenial Jaman Now

@Hamzah Sahal

Contoh @Hamzah Sahal, santri Pondok Pesantren Krapyak. Sebelumnya sempat juga mencicipi Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso Mojo Kediri. Dari Krapyak, loncat ke Pondok Pesntren Nurul Ummah Kotagede.

Sahal dkk ini lah yang sekarang mengepak sayapnya lewat website alif id. Bahkan dia juga sebagai produser film “Jalan Dakwah Pesantren”.

Dari sini kita bisa melihat, betapa santri itu juga tidak kalah mentereng dengan mereka yang sudah lebih dulu nongkrong di jagat media sosial dan informasi.

2#  Wawasan keilmuan yang luas

Santri sarungan memiliki wawasan keilmuan yang begitu luas mulai dari Filsafat Yunani kuno, ilmu peradaban duni hingga ilmu terbaru tentang teknologi informasi. Bahkan kaum santri mampu menyumbangkan karya-karyanya dan sekarang banyak para santri yang memanfaatkan internet sebagai jalan dakwahnya.

Salah satu contoh @Ulil Abshar Abdalla. Siapa yang tidak kenal sosok yang satu ini. Dia banyak menguasai ilmu pengetahuan dari yang agamis sampai yang umum. Ia merupakan alumni dari Pondok Pesantren Mathali’ul Falah, Kajen, Pati Jawa Tengah yang diasuh oleh KH. M. Ahmad Sahal Mahfudz (wakil Rois Am PBNU periode 1994‑1999).

Sekarang Gus Ulil ini sering muncul di halaman facebook dengan Ngaji Ihya’ via online. Santri yang mengikuti pengajiannya pun banyak bahkan yang ngaji kelas profesor, doktor, dan dokter.

Baca juga: Makna Santri X dan Santri Milenial di Zaman Now

@Ulil Abshar Abdalla
3# Mempunyai jiwa kebangsaan yang kuat

Santri sarungan jelas cinta NKRI. Sebagai manusia yang waras tidak pikun mencintai NKRI suatu kebutuhan. Karena bagaimana pun di bumi Indonesia santri lahir, besar, makan, mencari rezeki dan seterusnya. Maka bila santri mati-matian melawan orang-orang yang anti NKRI itu wajar.

Contoh santri yang menonjol disini adalah Gus Muwafiq yang dikenal orator NU zaman now. Selain ulama’ yang faham ilmu agama, Gus Muwafiq juga mendalami berbagai ilmu lain, salah satunya ilmu sejarah dan peradaban yang disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah diterima.

Gus Muwafiq pernah menjabat sebagai asisten pribadi KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), termasuk saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia

Ceramah Gus Muwafiq begitu masif di youtube dan facebook, twitter, instagram dan media lainnya.

Baca juga: Spesial Maulid Nabi, Ceramah Gus Muwafiq di Istana Bikin Jokowi Kagum

Jadi bisa di kata, ketiga orang di atas merupakan sosok santri yang setiap hari gemar memakai sarung dan otaknya millennial dan sudah dikenal jagat raya maka merekalah Santri Millennial.

Marilah, sebagai santri zaman now contohlah mereka para santri senior yang sudah dikenal di jagad raya Indonesia. Mereka meski gembar sarungan tapi otaknya millennial (*)