Pasca Debat Perdana Capres 2019, Santri Memilih Jokowi atau Prabowo, Atau Pilih Jejak Nabi?

oleh -
Pasca Debat Perdana Capres 2019, Santri Memilih Jokowi atau Prabowo

SantriNow | Santri memilih Jokowi atau Prabowo setelah menyaksikan hasil debat perdana kedua calon untuk pilihan presiden tanggal 17 April mendatang? Tapi maaf, mungkin ada santri yang sebelum menyaksikan debat sudah jadi Cebong (julukan untuk para pendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin) duluan, tentu hasil debat tidak jadi dasar siapa yang akan dipilih nanti. Begitu juga bagi santri yang sebelumnya sudah jadi Kampret, pasti akan menjatuhkan pilihannya kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno apa pun hasil debatnya.

Santri memilih siapa pun antara kedua paslon itu, merupakan hak pribadi sebagai warga negara. Namun dengan hasil debat tadi malam (red: 17/01/19) bisa jadi preferensi siapa yang lebih tepat untuk dipilih antara Jokowi dan Prabowo. Kalau masih ada yang belum puas dengan hasil debat perdana bisa terus mengikuti debat kedua dan terakhir sampai santri bisa memastikan siapa yang akan dipilih untuk pilpres 2019.

Santri Zaman Now memiliki preferensi lain selain hasil debat sebagai pertimbangan untuk menjatuhkan pilihan terhadap salah satu paslon, yaitu Rasulullah Muhammad Shallallahu alai wasallam sebgai tolak ukur pemimpin ideal.

Sebagaimana ditegaskan oleh Alquran tentang kepribadian seorang pemimpin Rasulullah Muhammad Sallallahu alaihi wasallam.

Dalam Alquran dinyatakan tepatnya dalam Surat al-Ahzab ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada dirimu Rasulullah sendiri suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (datangnya) hari kiamat. Dan Dia lebih banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab: 21).

Baca juga: Pilpres 2019, Santri Memilih Dukung Jokowi Apa Istimewanya?

Empat Sifat Wajib Bagi Seorang Pemimpin

Sebagaimana diketahui Rasulullah memiliki empat (4) sifat yang melekat kepada diri beliau. Karena sifat itulah, Rasulullah ideal dijadikan tolak ukur sebagai contoh pemimpin yang ideal

Pertama sifat صدق  (jujur)# Hal ini menjadi modal pokok dalam diri seorang pemimpin. Karena bila tidak memiliki sifat jujur maka seorang pemimpin akan membohongi rakyatnya. Sehingga dalam setiap keputusan yang diambil berpotensi merugikan rakyat dan menguntungkan dirinya sendiri.

Dengan kemajuan teknologi seperti zaman sekarang kejujuran ini bisa dilihat dari transparansi system yang dibangun. Sehingga dengan system yang transparan semua potensi kebohongan dapat dihindari.

Kedua sifat امنة (dapat dipercaya)# sifat ini juga menjadi modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin ideal. Arti sederhananya tentang sifat Amanah adalah dia mampu menjaga segala apa yang sudah menjadi milik Negara bahkan mampu mengembangkannya guna mensejahtrakan rakyat yang dipimpinnya.

Contoh sifat Amanah adalah mengolah kekayaan alam yang dimiliki Indonesia guna memakmurkan rakyat. Membangun fasilitas umum demi kenyamanan rakyat bukan demi kenyamanan kelompoknya sendiri.

Dalam Alquran dijelaskan, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu memberikan amanat kepada yang berhak menerimanya” (QS. An-Nisa: 58)

Ketiga sifat ) فطنةcerdas)# bayangkan kalau pemimpin tidak cerdas alias goblok atau bahkan gila pasti negara ini hancur. Makanya pemimpin adalah orang yang cerdas. Cerdas memilih mentri, cerdas memutar perokonomian negara sehingga tidak terjadi inflasi gara-gara urusan yang tidak beres di dalam negeri.

Cerdas dalam berhubungan bilateral dengan negara tetangga dan negara-negara maju. Kecerdasan yang diutamakan dalam mimpin adalah kecerdasan dalam mengatur dan mengevaluasi.

Keempat sifat تبلغ (menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan). Sebagai presiden atau pemimpin yang merupakan symbol Negara haruslah mampu menyampaikan apa yang wajib dan sunnah disampaikan. Terutama tentang visi dan misinya sebagai seorang presiden.

Kata تبلغ   juga bisa diartikan komunikasi. Artinya sebagai pemimpin harus komunikatif baik kepada bawahannya maupun kepada masyarakat. Namun pemimpin tidak harus jadi orator yang pidatonya menggebu-gebu, yang terpenting apa yang menjadi visi dan misinya untuk bangsa Indonesia bisa tersampaikan dengan jelas.  

Kesimpulannya

Ketika santi sudah membaca tulisan ini, kira-kira siapa di antara kedua capres dan cawapres yang mendekati atau paling tidak memiliki sifat pertama dan ketiga? Ya itulah yang ideal memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Karenanya santri harus mendukung paslon yang memiliki sifat di atas, karena dukungan pembaca sungguh berharga terhadap kemajuan dan kemakmuran masyarakat Indonesia ke depan. Mari dating ke TPS terdekat pada hari Rabu tanggal 17 April 2019 (*)

Penulis: Edi Mulyadi (Santri Politika)