di , , ,

Kekasih Allah Buhlul bin Rasyid, Menangis Tersungkur ketika Membaca Surat Pelacur

Buhlul bin Rasyid sang wali Allah
Ilustrasi Gambar Kekasih Allah Buhlul bin Rasyid

SantriNow | Kekasih Allah Buhlul bin Rasyid al-Qairuwani al-Maliki, merupakan salah satu sahabat Imam Malik yang dikenal sebagai ahli ibadah yang zuhud dan wara’.

Diriwayatkan dari Sa’dun bin Aban, dari Dahyun bin Rasyid, dia berkata:

Suatu hari saya berada di Madinah, tiba-tiba ada lelaki yang bertanya: ”Apakah di sini ada lelaki dari Afrika? ”

Saya menjawab:” Saya dari Afrika ”

Dia bertanya lagi: “Berasal dari Qairuwan?”

Saya menjawab: “Iya.” Dia bertanya lagi: “Apakah Anda kenal Buhlul bin Rasyid?”

Saya menjawab: “Iya, saya mengenalnya.” Lantas ia memberikan sepucuk surat seraya berkata: “Tolong sampaikan surat ini ke Buhlul! ”

Kemudian saya pun mengirim surat itu ke Buhlul. Setelah menerima surat tersebut, Buhlul langsung membukanya. Ternyata surat tersebut dari seorang wanita Samarkandi Khurasan yang berisi: “Saya seorang wanita yang melakukan dosa besar yang tidak pernah dilakukan oleh orang lain selain saya.

Kemudian saya bertobat kepada Allah Azza wa Jalla dan mencari tahu, siapa ahli ibadah di muka bumi Allah Ta’ala?. Kemudian saya dapat jawaban, ada empat orang, dan salah satunya adalah Buhlul dari Afrika.

Wahai Buhlul, mohon berdoalah untuk saya agar Allah senantiasa memberikan keistiqamahan pada hidayah-Nya ini. ”

Setelah Buhlul membacanya, surat tersebut jatuh dari tangannya, Buhlul tersungkur, ia pun menangis. Tak henti-hentinya kelopak matanya mengucurkan air mata, hingga membasahi surat yang jatuh tersebut. Buhlul pun bicara kepada dirinya sendiri.

“Wahai Buhlul, kamu dikenal sampai Samarkandi Khurasan? Celakalah kamu wahai Buhlul jika Allah tidak menutupi aibmu kelak pada hari kiamat .”

Baca juga: Nasehat Imam Ghazali Part 1

Dalam kisah ini, Buhlul bin Rasyid merasa takut sekali jika aibnya kelak di hadapan Allah dibuka kepada orang banyak sebagaimana popuratis ibdahnya yang dikenal hingga ke Samarkandi Khurasan. Sebab itulah rasa takut Buhlul kepada Allah saat membaca surat dari pelacur itu semakin memuncak.  

Itulah akhlak para kekasih Allah yang menganggap popularitas di dunia tidak lebih dari sampah yang tidak berguna, termasuk pujian-pujian yang diberikan manusia kepada dirinya.

Sementara pada umumnya manusia bila dikenal banyak orang, apalagi hingga manca negara, mereka bangga dan merasa paling hebat. Padahal seberapa terkenal diri seseorang di dunia dan pujian apa pun yang diberikan manusia kepada dirinya, hakikatnya itu semata-mata ujian dari Allah.

Karenanya kisah orang-orang sholeh tempo dulu seperti Buhlul bin Rasyid ini yang begitu hati-hati dalam menata hatinya supaya tidak mudah terjebak dalam kepongahan, merasa dirinya paling suci karena ahli ibadah perlu direnungkan kembali. (*)

Tulisan ini disarikan dari muslimedianews

BAGAIMANA MENURUT KAMU?