Ini Manhaj Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Milik Abu Bakar Ba’asyir

oleh -
Ini manhaj pesantren ngruki Abu Bakar Baasyir

SantriNow | Manhaj atau metode pemahaman yang diterapkan di Pesantren Al-Mukmin Ngruki milik Abu Bakar Ba’asyir itu ditengarahi beraliran Khwarij. Hal itu bukan tanpa alasan, buktinya, ada salah seorang santri alumni dari pesantren tersebut yang mengungkapkannya.

Katanya, “saya pernah bersekolah di Pesantren milik Abu Bakar Ba’asyir, tahun 1995 kalau tidak salah. Tapi alhamdulillah saya tidak sampai lulus, karena menjelang mau lulus, saya keluar akibat masalah internal kepemimpinan. Memang tidak dipungkiri kalau di pesantren tesebut diajarkan paham keyakinan tentang wajibnya memiliki imam, berbaiat, hijrah, dan jihad bahkan semangat dalam hal pengkafiran.

Contohnya mengkafirkan pemerintah. Kala itu kalau tidak salah masih President Suharto. President Suharto dibilang Qarun, Fir’aun. Inilah paham-paham Khwarij. Dan tidak dipungkiri juga di pesantren tersebut dipelajari tauhid Utsulu tsalatsah. Tapi kitab ini tidak dipelajari secara terbuka, kalau tidak salah ada istilahnya MT 1, atau MTI, ada jenjangnya. Memang tidak semua santri di sana dibina untuk menjadi mujahid-mujahid fii sabilillah dalam istilah mereka. Karenanya ada halaqoh-halaqoh khusus di sana. Kita sudah mengenal kitab Aqidah Thahawiyah, kitab Tauhid Abdul Majid, kitab-kitab Syeih al-Albani, Syeikh Sholeh Fauzan, Syeikh Bin Baz, kita tahu, tapi kita tidak pernah mengenal siapa mereka.

Kita tidak pernah dikenalkan dengan ulama itu, yang selalu disampaikan kepada kita adalah tokoh-tokoh pejuang Afghanistan atau tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin seperti Hasan Al Bnna, Sayyid Kutub dan tokoh lainnya dari kalangan Ikhwanul Muslimin atau tokoh-tokoh Khwarij lain. Dan itu yang dikenalkan kepada kita sebagai pejuang Islam.

Menyebut aparat polisi da tentara sebagai Thoghut itu sudah biasa itulah yang ditanamkan kepada kita. Jadi satu hal yang tidak diingkari kalau pesantren tersebut mengajarkan Paham Khwarij. Bahkan beberapa pelaku peristiwa bom di negeri kita sebagiannya adalah orang-orang keluaran dari sana, Bom Kuningan, Bom Bali. Atau pernah dengan Asmar Latin Tsani sampai hancur badannya, itu keluaran Ngruki.

Baca juga: Sasaran Tembak Wahabi Takfiri Adalah NU Bukan yang Lain

Setelah dari sana pun murid-muridnya masih kuat menjalin hubungan. Alhamdulillah menjadikan saya selamat dari pemahaman yang sperti itu. (Sulaiman)