“Indonesia”

oleh -
Puisi Tentang Indonesia

SantriNow |Puisi tentang “Indonesia”

Tanahku, darah yang mengalir dan sumpah para pemuda, abad demi abad menjadi candu pemerkosa jiwa.

Diatasnya ribuan nyawa menjadi tumbal dari penguasa yang tak pernah lahir dari rahimnya. Lapar dan sengsara bukan lagi soal manusia, tenaga yang ada hanya sebatas tontonan bagi mereka.

Seperti hidup dalam miniature neraka.

Laut yang biru dan buih yang menjadi jadi adalah api yang disulut di bumi pertiwi.

Hutan yang hijau dan suara pipit pagi hari menjadi tempat kedua untuk berlindung dari panas matahari sekaligus menyembunyikan harga diri dimalam hari.

Indonesia tanah rempah-rempah dan harta karun yang melimpah. Kepada Tuhan tak henti hentinya aku bersumpah untuk diberi hidup setelah kematian sejarah.

Lalu kemudian berdiri diatas bumi yang menyimpan deru erang panjang kesengsaraan dan menghunuskan dendam dihati mereka yang kejam.

Indonesiaku tanah syurga dalam lantunan doa.

Budaya dan agama mengalir beriringan di dalam Pancasila dan Bhinneka tunggal ika senantiasa sebagai muara untuk tetap bertatap muka antara yang elit dan rakyat jelata.

Bumi ini adalah bumi sejarah dimana yang berbeda diperjuangkan dengan darah agar selalu ingat bahwa beda bukan berarti bom waktu bagi kelangsungan Negara.

Cenderawasih dan kicau satwa, gunung-gunung dan debur ombak serta Sampan nelayan dan nyanyian anak anak.

Oh Tuhan, nikmat kaya engkau tumpahkan di atas tanahku yang menyimpan ari-ari kehidupan. Semoga doa-dan beribu harapan masih saja terucap dihatiku yang seringkali gersang di atas bumimu.

Indonesiaku adalah tempat dimana aku berlabuh dari ribuan sejarah kemudian berdoa di dalam kesucian nurani bumi pertiwi bahwa tak akan ada lagi sejarah berdarah di tanah ini (*)

Surabaya, 29 Januari 2019

By: Fahrur Rozi