di , , ,

Ummu Hani’ Memang Bukan Jodoh Rosulullah SAW

Ummu Hani' Memang Bukan Jodoh Rosulullah SAW

SantriNow | Nabi Muhammad sebelum diangkat sebagai rosul, beliau pernah jatuh cinta kepada seorang gadis cantik jelita bernama Fakhitah binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim atau yang dikenal dengan sebutan Ummu Hani’ yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Ummu Hani’ adalah teman kecil Nabi Muhammad SAW sekaligus cinta pertamaNya.

Namanya sudah cinta, nabi pun berhasrat ingin memiliki sang pujaanNya. Karenanya beliau memberanikan diri mengutarakan isi hatiNya kepada pamannya. Namun sayang, Abu Tholib tidak mengabulkan lamaranNya dengan alasan, putrinya sudah ada yang punya.

Sang paman pun menjelaskan kepada keponakannya bahwa Fakhitah sudah lebih dulu dilamar oleh seorang pemuda yang baik budi pekertinya bernama Hubayroh. Hubayroh merupakan putra belakang ibu Abu Thalib dari Bani Makhzum. Kendati sudah dijelaskan, Nabi SAW masih saja ingin merayu pamanNya, agar lamaranNya diterima.

Namun sang paman tetap pada pendiriannya. Ia menolak keinginan luhur Rasulullah SWA, dengan berucap “Bukti kebaikan mereka telah menyerahkan putri mereka untuk kita nikahi”.

Maksudnya adalah Ibunda Rasulullah Muhammad SWA juga berasal dari suku yang sama dengan Hubayroh. Lanjut, Abu Tholib menjelaskan kembali kepada keponakannya itu, “Maka, seseorang yang baik harus membalas kebaikan yang sama kepada orang yang telah berbuat baik pada kita”.

Maka dengan begitu, cinta dan asmara Rasulullah SAW bertepuk sebelah tangan. Ummu Hani’ akhirnya menikah dengan Hubayroh. Berkat penikahannya itu, Ummu Hani dan Hubayroh dikaruniai 4 orang anak, dan tinggal di Mekkah.

Baca juga: 9 Cara Ampuh Santri Mencari Jodoh yang Wajib Diketahui

Teka-teki Jodoh

Meskipun Nabi Muhammad SWA mencintai Fakhitah atau Ummu Hani’ dan berhasrat ingin menikahinya, tapi karena keduanya tidak ditakdirkan jodoh oleh yang memberi jodoh maka tidak terjadi.

Akhirnya setelah baginda Nabi Muhammad SAW tidak jadi menikah dengan Ummu Hani’, Allah SWT mempertemukanNya dengan cinta sejatiNya dan menjadi istri pertamaNya, seorang janda cantik, kaya raya Siti Khotijah namanya.

Sebagaimana termaktub dalam kitab Al-Ishobah. Sesudah Nabi Muhammad SAW Menjadi Rasulullah SAW, dan sesudah kejadian Fathu Mekkah, serta sudah banyak orang yang berduyun-duyun masuk Islam. Suami Ummu Hani ‘tidak mau ikut masuk Islam, tidak mau membaca dua kalimat syahadat. Konon Hubayroh kemudian keluar dari kota Mekkah.

Memang betul, namanya cinta pertama itu sulit dilupakan. Itulah yang dialami sang Nabi.

Terbukti, setelah sekian lama Nabi berusaha melupakan Ummu Hani’ ternyata cinta beliau masih saja tersimpan dalam memori. Sehingga saat Ummu Hani’ ditinggal pergi oleh suaminya, rasa iba Nabi kepada Ummu Hani masih begitu kuat, bahkan ada niatan untuk melamar Ummu Hani’ untuk yang kedua kalinya. Akan tetapi hal itu lagi-lagi ditolak oleh Ummu Hani ‘, dengan alasan putri sang paman itu sudah tua dan sudah memiliki banyak anak. Hal ini ditakutkan mengganggu konsentrasi Nabi dalam dakwah di masa yang akan datang.

Disini lah hakikat takdir jodoh, bahwa bicara jodoh hanya Allah SWT yang tahu. Cinta bisa saja terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, tapi bicara jodoh, Allah yang menentukan. Sebagaimana cinta pertama Rasulullah SAW kepada Ummu Hani. Beliau cinta tapi tidak bisa memilikinya.

Sebab itu lah, bila cinta kita tidak sampai ke pelaminan, bisa jadi si dia memang bukan jodoh kita. Dan yakinlah bahwa Allah sudah mempersiapkan jodoh yang terbaik buat kita. Sebagaimana Rasulullah SAW mendapat jodoh terbaikNya bernama siti Khadijah setelah ditolak oleh Fakhitah atau Ummu Hani.

Tetapi meski jodoh ditangan Tuhan, sebagai seorang hamba yang beriman wajib berusaha dan berdoa memohon pendamping hidup yang terbaik dunia dan akhirat.  Baca juga: Pengertian Jodoh atau Jodoh itu apa sih?

Wallahu A’lam.

BAGAIMANA MENURUT KAMU?