Rumus Membaca Kitab Kuning Termutakhir

oleh -
2. Belajar Ilmu Gramatika Praktis (teori dan praktek)

Tidak cukup hanya banyak hafal kosa kata untuk dapat bisa baca kitab kuning dengan benar. Tentu saja dibutuhkan alat atau ilmu yang dapat menyusun kosa kata yang sudah Anda hafal supaya jadi sebuah kalam. Karenanya ilmu Nahwu dan Shorof di sini dibutuhkan.

Namun banyak para santri yang ada di pesantren, belajar Nahwu dan Shorof, masih memakai metode lama. Apa maksud dari metode lama, yaitu banyak teori minim praktek. Praktek yang dimaksud adalah banyak baca kitab kuning (latihan baca).

Karena hanya banyak belajar teori, akhirnya santri yang cara belajarnya masih memakai model jadul ini disuruh baca kitab kuning tidak bisa. Menagapa? Karena mereka tidak biasa baca kitab kuning kosongan (tanpa harkat dan makna). Maka supaya tidak tejebak dalam kondisi yang begitu perlu diterapkan pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktek.

Baca juga: Membaca Kitab Kuning Itu Sungguh Mudah dan Menyenangkan

Ilmu nahwu sangat dibutuhkan dalam menyusun kalimat menjadi sebuah kalam. Makanya silahkan pelajari ilmu ini terutama dalam bab ikrob. Bab ini sangat dibutuhkan dalama belajar baca kitab. Tentu saja, Anda sebagai pemula juga sudah bisa membedakan tiga macam kalimat (Isim, Fiil, dan Huruf).

Ilmu Shorof gunanya untuk mengetahui atau mencari makna pada sebuah kalimat sesuai keinginan atau dalam istilah shorof dikenal dengan tashrif.

Contoh:

فعل-يفعل-فعلا-فاعل-مفعول-افعل

Kata tersebut artinya “telah bekerja-akan bekerja-pekerjaan-orang yang bekerja-sesuatu yang dikerjakan-bekerjalah”. Karena itulah untuk mengetahui suatu makna dalam bahasa arab wajib paham ilmu tashrif atau shorof.

Kesimpulannya

Bila Anda berkeinginan mampu baca kitab kuning dengan cepat maka lakukan hal di atas yakni

1. Perbanyak hafalan kosa kata yang siring diulang dalam bahasa kitab.

2. Pelajari ilmu Nahwu dan Shorof lengkap dengan praktek langsung ke kitab kuning.

Tambahan, supaya Anda tidak kaget dengan suasana yang ada dalam kitab kuning, sebaiknya anda punya dua kitab dengan judul yang sama. Satu dalam bentuk tanpa harkat dan makna yang satunya lagi dalam bentuk sudah ada harkat dan makna. Prektek seperti itu sungguh mempermudah.