Terinspirasi Gus Mus, Santri Ini Tebar Nilai Islam Lewat Seni Rupa

oleh
SM/Siswo Ariwibowo : MELUKIS : Salah satu santri Pesantren Durrotu Ahlussunnah Waljamaah, Muhammad Galang Irnanda melukis di pesantren di Sekaran, Gunungpati itu, Senin (5/11).(22)

SantriNow | SYIAR agama bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seni rupa. Hal itulah yang akan dilakukan Muhammad Galang Irnanda (24), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Durrotu Ahlussunnah Waljamaah, Sekaran, Gunungpati. Di sela-sela kuliah di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Galang Irnanda, nyantri di Ponpes Durrotu Aswaja. Tak hanya itu, pria berambut panjang ini juga mengembangkan kemampuannya melukis. “Saya terinspirasi Gus Mus (KH Mustofa Bisri). Maka, saya bercita-cita ingin menjadi perupa berkonsep spiritual,” kata Galang di Ponpes Duurotu Aswaja, Sekaran, Gunungpati, Senin (5/11).

Menurutnya, dalam bersyiar agama, Gus Mus memiliki banyak cara. Selain melalui pembelajaran di Ponpes Raudlatut Thalibin, Rembang, juga melalui karya seni dan budaya.

“Saya melihat Gus Mus, sosok yang lengkap, agamawan, budayawan maupun perupa. Ini yang membuat Gus Mus diterima semua elemen masyarakat. Termasuk kalangan musisi dan intrepreneur,” katanya.

Galang berharap selepas menyelesaikan studi di Unnes dan pondok pesantren dapat menyiarkan agama melalui karya seni rupa.

Baca juga: Urgensi Kepemimpinan Santri Menjawab Tantangan Kebangsaan

Menurutnya, ada beberapa jenis lukisan, di antaranya abstrak, ekspresionis, realis, klasik-kontemporer, dan lainnya. “Kalau abstrak bisa dicermati akal, tetapi sulit dipahami secara kasat mata,” katanya.

Sementara untuk jenis ekspresionis lebih menekankan pada goresan secara spontan, tegas dan tidak ragu ragu. Selanjutnya, realis lebih beraroma penggambaran berbentuk nyata, seperti gambar orang atau makhluk hidup lainnya.

“Ada pun jenis klasik-kontemporer lebih pada pembaruan ide karya, baik karya sendiri atau orang lain. Kemudian, jenis lukisan surealis lebih mengarah pada imajinatif,” imbuhnya.

Terpisah, pengasuh Pesantren Durrotu Aswaja, Kiai Agus Romadhon menuturkan, pihaknya mengapresiasi santrinya tersebut. Menurutnya, santri memiliki kecenderungan di bidang masing-masing, salah satunya melalui karya seni rupa.

“Kami mendukung selagi itu positif,” tuturnya. (*)

COPYRIGHT © SUARAMERDEKA 2018