Sudah Siapkah Santri Menikah? Coba Cek Dulu 9 Hal berikut

oleh
Sudah siapkah santri menikah, cek dulu 9 hal berikut
www.santri.co – Maka kalau sudah sampai umur dan sudah tidak tahan lagi menekan syahwat, maka lebih baik menikah saja. Namun dalam hal ini Anda jangan terlalu gegabah dalam menentukan calon. Alangkah baiknya taarufan dulu biar tidak nyesal kemudian. Inilah kiat yang sebaiknya Anda lakukan dalam masa taarufan, di antaranya:
1. Setiap pemuda- pemudi harus mampu memafaatkan masa taarufan mereka untuk tujuan positif yang menggali potensi mereka dalam memberdayakannya untuk tujuan masa depan.
2. Taarufan adalah kesempatan yang paling baik untuk saling mengenal perbedaan masing-masing pihak tanpa harus menariknya menuju persamaan. Memaksakan kebersamaan menunjukkan ketidakmampuan mengelola perbedaan.
3. Perbedaan adalah daya tarik utama dalam taarufan, bahkan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, mampu memberdayakan perbedaan menjadi sinergi yang hebat.
4. Di dalam mencari pasangan hidup, setiap pemuda-pemudi haruslah berpijak di atas landasan yang realistis. Menetapkan standar kualifikasi yang tidak realistis hanya akan menghasilkan kekecewaan.
5. Pada saat taarufan, setiap pasangan perlu bertengkar untuk menguji ketahanan mental masing-masing pihak. Melalui pertengkaran setiap orang akan memperlihatkan dengan jelas siapa dirinya yang sebenarnya.
6. Pada waktu taarufan adalah kesempatan paling baik bagi kedua belah pihak untuk melihat hal-hal apa saja yang berpotensi menimbulkan perselisihan mereka seandainya mereka menjadi pasangan suami-istri.
7. Tidak perlu memaksakan pernikahan sekalipn sudah sampai pada taraf pertunangan. Jika memang terdapat hal-hal yang sulit diselesaikan dan sangat mengganggu, tidak ada salahnya jika memutuskan hubungan dan mencari kesempatan lain.
8. Jangan menyembunyikan atau menggelapkan identitas masa lampau, baik sebagian maupun keseluruhannya. Tindakan paling bijaksana adalah kemukakan apa adanya dan tidak perlu takut kehilangan. Jauh lebih baik ketidakcocokan dideteksi sejak dini ketimbang setelah terjadi pernikahan.
9. Jangan lupa berdoa, karena segala urusan tanpa dibarengi dengan doa terkesan sombong. Karena pada hakikat segala perkara, entah urusan jodoh dan lainnya yang menentukan adalah Allah. Maka sebab itulah penting kiranya terus berdoa untuk memohon petunjuk dan minta yang terbaik. [as]