Sholat Minta Hujan Digelar Pesantren Batabata dan Daruttauhid Pamekasan

oleh
Sholat Minta Hujan Digelar Pesantren Batabata dan Daruttauhid Pamekasan

PAMEKASAN, SantriNow | Pondok Pesantren Mambaul Ulum Batabata dan Daruttauhid Pamekasan menggelar sholat Istisqo’ atau sholat minta hujan, Ahad (4/11/18).

Hal itu dilakukan karena melihat kondisi Kabupaten Pamekasan Madura yang mengalami kemarau panjang. Karena itulah ribuan penduduk yang tinggal di 315 dusun mengeluh langkanya air bersih.

Pertama-tama Sholat minta hujan dilakukan oleh 1.200 santri Pesantren Batabata Palengaan, kemudian diikuti 800 santri Pesantren Daruttauhid Lenteng, Kecamatan Proppo yang dilakukan pada Ahad (4/11).

Di Pesantren Batabata, sholat minta hujan dipusatkan di halaman pesantren. Sedangkan salat istisqo’ Pesantren Daruttauhid digelar di sawah yang mengering di pinggir jalan raya Proppo.

Salat istisqo di Lenteng Proppo dipimpin Kiai Ali Karrar Sinhadji, pengasuh PP Daruttauhid Lenteng Proppo yang juga menjadi Ketua AUMA (Aliansi Ulama Madura).

Baca juga: Sholat dan Rezeki

Usai salat istisqo, Kiai Karrar memberikan khotbah yang intinya mengajak seluruh jamaah solat istisqo untuk membaca istigfar bersama.

“Istigfar merupakan doa memohon ampunan kepada Allah. Sebab, kekeringan yang berdampak pada sulitnya ribuan penduduk Pamekasan untuk mencari air. Sumur warga banyak yang kering,” kata Kiai Karrar, Minggu (4/11).

Memohon ampunan kepada Tuhan YME, dipandang Kiai Karrar sebagai doa yang mujarab untuk meminta hujan. “Saya, anda dan segenap warga adalah manusia yang memang tempatnya lalai dan salah. Mari bersama memohon ampunan agar Gusti Allah mensegerakan turunya hujan. Mestinya, awal November ini sudah terjadi hujan yang merata seperti tahun lalu,” urai Kiai Karrar.

Sholat Minta Hujan Digelar Pesantren Batabata dan Daruttauhid Pamekasan

Kondisi Pamekasan

Di Pamekasan, tercatat 316 dusun yang tersebar di 13 kecamatan yang terdampak kekeringan. Data yang diperoleh dari Ketua TRC BPBD Pamekasan, Budi Cahyono, menyebutkan, penduduk di wilayah terdampak kekeringan sangat membutuhkan pasokan air bersih.

“Untuk keperluan warga, Pak Bupati telah menggratiskan pengiriman air bersih ke dusun terdampak kekeringan. Kami bersama anggota tim droping air secara bergiliran mengirimkan truk tanki air bersih ke wilayah dusun yang sebelumnya telah berkirim surat permintaan air bersih,” urai Budi.

Menurut Budi, droping air bagi warga tak hanya untuk warga yang kesusahan air bersih. “Kami juga melayani droping air bagi warga yang sedang berduka atas meninggalnya anggota keluarganya. Kami juga berkirim air bagi warga yang sedang menikahkan anaknya dan sangat membutuhkan air. Untuk dua kasus itu, warga harus memberi imbalan pengganti uang bahan bakar,” terang Budi. (Now/skl)