RUU Pesantren akan Dikaji Ulang Kemenag

oleh
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (tengah) menghadiri Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V Tahun 2018 di Muarojambi, Jambi, Kamis, 25 Oktober 2018. PPSN digelar di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa Sungaigelam. ANTARA/Wahdi Septiawan

JAKARTA, SantriNow | Kementerian Agama (Kemenag) akan kaji ulang untuk membuat rancangan persandingan atas RUU Pesantren dan Pendidikan Agama yang diinisiasi DPR. ‘

’Pekan depan Insya Allah kami akan membuat rancangan persandingan dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan,’’ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di Jakarta, Seniun (5/11).

Rencananya, Kemenag bakal undang pihak yang berkepentingan dengan RUU Pesantren dan Pendidikan Agama, termasuk Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (GWI) untuk meminta pendapat dan menyerap aspirasi masing-masing pihak.

Tujuan Menag undang semua pihak terkait guna meminta pertimbangan mereka untuk dijadikan bahan kajian sekaligus untuk merumuskan persandingan dari RUU Pesantren dan Pendidikan Agama.

‘’Hasil rumusan dan penyerapan aspirasi akan dikirim ke Sekretariat Negara untuk dibicarakan dengan seluruh kementerian dan lembaga,’’ imbuhnya.

Menag juga menegaskan, pembahasan RUU Pesantren dan Pendidikan Agama ditujukan untuk memberikan yang terbaik, khususnya bagi lembaga pendidikan keagamaan, dan memastikan pengaturan dalam bentuk undangundang tidak akan mengintervensi kegiatan tersebut.

‘’Jadi kalau ada pengaturan, semata-mata untuk memberikan pengakuan, rekognisi, kepada mereka, bukan mengintervensi. Itu poin pentingnya,’’tandas Lukman.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang meminta Menag menyerahkan daftar inventaris masalah, bukan RUU Persandingan dalam pembahasan RUU Pesantren dan Pendidikan Agama. Sebab, hal ini sudah diatur dalam UU No 12 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. (J22-41). (Now/SK)