Mengenal Lebih Dekat Pesantren Sukahideung Tasikmalaya Jawa Barat

oleh
Mengenal Lebih Dekat Pesantren Sukahideung Tasikmalaya Jawa Barat

JABAR, SantriNow | Pesantrein Sukahideng ini bisa dibilang pesantren tua di Jawa Barat, karena keberadaannya sudah sejak penjajahan Belanda.

Profil Singkat Pesantren Sukahideung

Pesantren ini bernama lengkap “Pondok Pesantren Perguruan KHZ. Musthafa Sukahideng” didirikan pada masa penjajahan Belanda tahun 1341 H bertepatan dengan tahun 1922 M.

Pendirinya adalah M. KHZ. Muhsin. Sepulangnya dari menuntut ilmu, pada tahun 1922 M. KHZ. Muhsin mendirikan Pesantren di Kampung Bageur yang bernama Pesantren Sukahideng. Tanah yang ditempati Pesantren meruapakan wakaf untuk dijadikan Masjid dan sarana berdakwah.

Selain belau menjadi pengasuh pesantren di tempatnya, ia juga rajin memberi pengajian ke kampung-kampung sekitar, seperti desa Sukarapih maupun di luar desa.

KH. Zenal Muhsin Wafat pada tahun 1938. Karena putra pertama beliau yaitu KH.A. Wahab Muhsin masih 17 tahun, maka kepengurusan Pesantren dipimpin oleh salah seorang menantu KH. Zenal Muhsin yaitu KH. Yahya Bahtiar Afandi sampai dengan tahun 1945.

Dan dari tahun 1945 sampai dengan 2000 M. yang memimpin Pusaka peninggalan ini adalah putra sulungnya yaitu KH.A. Wahab Muhsin Rohimahulloh.

Baca juga: RUU Pesantren Mulai Digarap DPR

Perjuangan KH Zainal Musthafa melawan Penjajah Jepang

Pada tanggal 25 Februari 1944 M, bertepatan dengan tanggal 1 Rab’ul Awal 1365 H, Umri yang sudah berganti nama Zainal Musthafa, melawan penjajahan Jepang karena mereka sudah berlebihan. Mereka menyuruh Seikerei, menghormat kaisar Jepang dengan menundukkan badan ke arah Tokyo.

Kiai Zainal jelas menolak. Praktik Seikerei bentuk lain dari kemusyrikan dan kekafiran yang bertentangan dengan tauhid dalam Islam.

Karena rumit, Kiai Zainal yang aktif menjadi Wakil Rais Syuriyah NU sejak tahun 1933 tersebut, tidak hanya dipenjara, dan mati mati. Bertahun-tahun, jasadnya tidak mengenal kehamilannya.

Pada tahun 1970 M, Kepala Erevele Belanda Ancol Jakarta memberi kabar, bahwa KHZ Musthafa telah menjadi wafat pada tanggal 25 Oktober 1944 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Belanda Ancol Jakarta.

Pada tanggal 20 November 1972, KH Zainal Musthafa dianugerahi “Pahlawan Nasional” dengan SK Presiden RI No: 064 / TK Tahun 1972.

Dua Zainal telah wafat. Jurnal mewariskan pesantren yang mendunia semangat santri. Dua pesantren tersebut, Sukahideng dan Sukamanah, berada dalam satu yayasan, yaitu Yayasan Perguruan KHZ Musthafa.

Yayasan tersebut pada tanggal 17 Agustus 1959 oleh putera Dimyati, KH Wahab Muhsin, Rais Syuriyah NU Kabupaten Tasikmalaya (wafat 2000), bersama Letnan Syarif Hidayat (santri KHZ Musthafa) sebagai pelestarian perjuangan kedua almarhum dalam bidang pendidikan. (Now/NU)

Baca juga: Kini Penyetaraan Ijazah Pondok Pesantren Salafiyah Bisa Digunakan Daftar PTN