LTN NU Jatim Gaet Santri Zaman Now Lewat Forum Cangkir Sembilan

oleh

SURABAYA, SantriNow | LTN NU Jatim lewat forum Cangkir Sembilan ajak Santri 4.0 atau generasi santri pos milenial berdiskusi dengan tema “Santri 4.0 Mengawal arus Peradaban Baru”, Surabaya, Sabtu (10/11/2018).

Era 4.0 merupakan istilah industri baru yang dikenal dengan era industri 4.0 atau internet of things, human-machine interface, teknologi robotik and sensor.

Teknologi tersebut menjadi tanda bahwa di era ini, aspek-aspek kehidupan akan memasuki dunia virtual. Efek dari penerapan-nya adalah efisiensi produksi dan terjadi peningkatan produktivitas serta daya saing.

Layaknya koin yang memiliki dua sisi, revolusi industri 4.0 tak hanya membawa keuntungan bagi sektor industri, tapi juga merupakan tantangan baru. Berangkat dari kondisi ini, forum Cangkir Sembilan  terbentuk.

Ketua Cangkir Sembilan, Syahroni menyampaikan Cangkir Sembilan merupakan forum yang dibentuk oleh para aktivis muda NU dan lembaga internal naungan PWNU Jatim.

Corak forum setengah formal ini membahas isu seputar kebangsaan, keindonesiaan dan keislaman. Namun dikemas modern dan cocok untuk generasi milenial.

“Kami berembuk dengan cara lesehan, tidak terlalu formal. Khas NU, tapi lebih kekinian,” kata Syahroni Ketua Forum Cangkir Sembilan pada Santrinow.com.

Forum malam ini mendatangkan 5 pembicara, meliputi Pimpinan Aswaja NU Center Ma’ruf Khozin, CEO Teamwork Fauzi Priambodo, Ketua Pokja Industri Kreatif Irfan Wahid, LTN PBNU Hari Usmayadi, dan Founder NUJEK Abdul Rachman.

Baca juga: 125 Orang Dilantik Sebagai Pengurus PWNU Jatim Periode 2018-2023

Kelima pembicara itu diharapkan mampu membentuk santri generasi milenial memiliki karakter yang mampu hadapi tantangan zaman now.

“Kami berharap santri siap tantangan dan tidak cuma bisa baca kitab. Tapi melek teknologi, ekonomi, sains,” katanya.

Sebelum dimulai, forum tersebut diawali dengan pembacaan yasin dan tahlil yang ditujukan kepada arwah para pahlawan Republik Indonesia dan para korban insiden viaduk surabaya membara.

(Now)