KH Maruf Amin: Pesantren Wajib Jadi Pusat Pemberdayaan Umat

oleh
KH Maruf Amin: Pesantren Wajib Jadi Pusat Pemberdayaan Umat

SERANG, SantriNow | Calaon Presiden Ma’ruf Amin menyatakan bahwa pesantren wajib jadi pemberdaya ekonomi umat. Menurut Ma’ruf, bank wakaf mikro, yang diberikan oleh Presiden Jokowi Rp 4 miliar per pesantren, bisa ditingkatkan menjadi Rp 8 miliar pada tahun depan.

“Pesantren harus jadi pusat pemberdayaan umat. Beberapa sudah diberi bank wakaf mikro, sementara baru Rp 4 miliar, nanti Rp 8 miliar,” kata Ma’ruf Amin saat menghadiri Milad 75 Pesantren Nur El Falah di Petir, Serang, Banten, MInggu (25/11/2018).

Baca juga: Jaringan Kyai dan Santri se-Jabar Harga Mati Memilih Jokowi-Maruf

Ma’ruf mengatakan, jika setiap pesantren mengelola bank wakaf mikro minimal Rp 8 miliar, berarti seribu pesantren, menurutnya, bisa mengelola kurang-lebih Rp 1 triliun. Ekonomi jenis ini, menurutnya, tanpa bunga dan hanya biaya administrasi setiap tahun 3 persen.

“Saya minta 1.000 pesantren, dan itu akan menyejahterakan umat melalui pesantren,” ujarnya.

Selain melalui bank wakaf, pesantren-pesantren sudah diinisiasi untuk mengkoordinasi bidang pertanian, pengelolaan sapi, dan jagung secara cuma-cuma. Makanya, menurut Ma’ruf, pesantren harus menjemput bola atas berbagai program tersebut.

“Saya anjurkan pesantren jangan menunggu, insyaallah akan kita kembangkan. Itu pentingnya pesantren jadi pusat ekonomi umat disamping menyiapkan ulama dan agen perubahan,” katanya.

Baca juga: Alasan Kyai Maruf Amin Jadi Cawapres, Selaras dengan Syair Gus Dur

Tapi, selain pesantren harus jadi pusat ekonomi, kaum santri dan ulama harus mengawal segala bentuk upaya yang ingin merusak negara, seperti radikalisme, terorisme, dan separatisme. Ia juga meminta ulama mendukung calon pemimpin yang mendukung gerakan ahlussunnah waljamaah.

“Jangan kita biarkan yang akan merusak NKRI, merusak negara. Jangan kita mendukung calon pemimpin yang tidak mendukung ahlussunnah waljamaah,” pungkasnya. (dtk/Now)