Wisuda ke-7 STAI Al Fithrah, Masdar Helmy Ingatkan Revolusi Industri 4.0

oleh

SURABAYA, SantriNow | Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fithrah Surabaya kembali menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-7 Sarjana Strata Satu.

Anggota rapat terbuka di Kampus yang didirikan oleh Alm. KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi, di antaranya; Prof. Abdul Haris, Prof. Damanhuri, dan Dr. Abdul Kadir Riyadi serta para wisudawan/i serta para wali santri.

Turut hadir pula para undangan dari kalangan kampus rekanan STAI Al Fithrah, sekolah rekanan, para habaib, pengurus PWNU Jawa Timur, Jamaah Al Khidmah, serta para tokoh pendidikan di Jawa Timur.

Acara dihelat di Auditorium STAI Al Fithrah, Surabaya (27/10/18), dimulai dengan pengiriman fatihah dan pembacaan salawat fi hubbi sebagai ciri khas Pondok Pesantren Al Fithrah.

Setelah pembacaan salawat fi hubbi yang dipimpin oleh Habib Mustafa al-Jufri dari Surabaya, dilanjutkan dengan prosesi wisuda ke-7 STAI Al Fithrah, Surabaya.

Pada wisuda kali ini, STAI Al Fithrah mewisuda sebanyak 59 wisudawan yang terdiri dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT), dan Program Studi Akhlak dan Tasawuf (AT).

Pada wisuda ke-7 ini, wisudawan terbaik diperoleh oleh Siti Masruroh dari Prodi IAT (3.41), Musarofah dari Prodi AT (3.53), dan Arini Uswatul Hasana dari Prodi MPI (3.47).

Sambutan Ketua STAI

Dalam sambutannya, Ketua STAI Al Fithrah Surabaya, drg. Jusuf Syamsudin menyampaikan bahwa hendaklah para wisudawan-wisudawati tidak berpuas diri dalam mengembangkan diri.

“Kelak, di manapun kalian, punyalah jiwa untuk mengembangkan diri dan semangat mencari ilmu”, begitu ulasnya.

Dalam acara yang juga dihiasi dengan nyanyian Yalal Wathon oleh Paduan Suara STAI Al Fithrah tersebut, Koordinator Lima Pilar Al Fithrah, Wawan Setiawan, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) mengingatkan harapan keluarga besar Al Fithrah terutama pendiri STAI Al Fithrah terhadap para lulusan Al Fithrah yaitu untuk terus menjadi manfaat bagi sesama di area manapun berada, “semoga dengan begitu guru kita ridho terhadap kita”, pungkasnya.

Dalam wisuda ke-7 ini, Professor Masdar Hilmy, Koordinator Kopertais 4 Surabaya sekaligus Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya didapuk menjadi orator ilmiah.

Dalam orasinya Masdar menyampaikan makalah berjudul “Tantangan Pendidikan Islam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0”.

Ia mengingatkan bahwa dunia sekarang ini dilanda sebuah revolusi industri baru yang dikenal dengan revolusi industri 4.0. “revolusi kali ini seperti tsunami, kalau tidak siap kita akan tergilas”.

Untuk itu pendidikan Islam harus siap menghadapinya. Langkah ini dalam tataran operasional ditempuh dengan dua langkah pertama merevolusi metodologi pembelajaran dan kedua adalah dengan merubah konten atau isi dari pendidikan itu sendiri.

Secara metodologi, saat ini sudah saatnya pendidikan Islam memanfaatkan perkembangan IT yang ada dengan melakukan e-learning dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan untuk pembelajaran.

Sedangkan secara konten adalah merevolusi konten pendidikan kita untuk tidak dihadirkan secara konvensional tapi juga adabtable terhadap perkembangan isu-isu kekinian dengan berpijak pada tradisi Islam yang baik.

“Al Fithrah menurut saya punya kemampuan untuk hal tersebut!

Dengan melihat bagaimana Al Fithrah mengembangkan sistem pendidikan Islamnya saya yakin kita akan dapat memberi warna secara positif dalam dimensi revolusi industri 4.0 ini”. (now)