Sebelum Pelaminan

oleh
Sebelum Pelaminan

“Percayalah bahwa Tuhan telah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kalian, maka jemput dia dengan hati dan keyakinan yang mendalam untuk masa depan”

SantriNow | Memahami jodoh adalah sesuatu yang sangat menggelikan bagi setiap orang yang tidak mau menghiraukan hal itu. Jodoh adalah sesuatu yang rumit, sesuatu yang sangat abstrak untuk dilihat, akan tetapi sangat hangat untuk dibicarakan dalam situasi apa pun.

Jodoh diberikan kepada semua makhluk tanpa terkecuali. Jodoh adalah calon pengalaman yang terindah dalam kehidupan dan sangat disayangkan apabila seorang manusia tidak pernah melibatkan persoalan jodoh dalam kesehariaannya.

Diakui atau tidak, jodoh merupakan salah satu semangat yang mempunyai resolusi tinggi terhadap keberlangsungan daya pikir manusia. Dimana hal tersebut membantu menopang kinerja otak untuk selalu berfikir apa dan bagaimana yang akan dilakukan untuk masa depannya.

Masalah terbesarnya adalah!

Bagaimana jodoh bisa kita taklukkan atau bisa kita tundukkan dan hadir tanpa diundang?

Dan pertanyaan ini yang seringkali membuat para jomblo harus menitikan air mata atau bahkan bergalau-galauan di tepi jendela dan parahnya adalah jika harus mogok makan.

Belum lagi ingin dan angan manusia yang melambung tinggi keawan, terlalu banyak kriteria dan persoalan yang mesti dipandang secara mendetail. Mulai dari perawakan, bibit bebet dan bobot bahkan usahawan atau bukan.

Hal ini memicu sulitnya keyakinan terhadap pasangan untuk melangkah ke pelaminan. Satu hal lagi yang sangat fatal dan memicu sulitnya menuju pelaminan ialah faktor over age (terlalu tua).

Pada faktor ini ialah sulitnya pemahaman dan banyaknya pertimbangan. Karena disadari atau tidak pada over age ini tingkat kematangan otak lebih tinggi daripada usia nikah yang lumrah di kalangan pria Indonesia. Dari itu, seseorang yang ada pada tingkat ini akan berfikir seribu kali lebih banyak dari pada pria pada usia sedang.

Dan seiring berjalannya waktu, seseorang yang ada pada tingkatan ini sering melupakan perihal jodoh dengan keterpaksaan yang mendalam hingga akhirnya sadar bahwa hidup tak selamanya harus sendirian. Sehingga pada tingkat ini jodoh bukan lagi impian melainkan sebagai satu tuntutan, baik dari keluarga atau kerabat.

Lalu bagaimana jodoh akan datang tanpa diundang?

Perbaiki jiwa dan ragamu, lalu kau jemput dia pada Tuhan, maka akan tiba saatnya kita akan dipertemukan tanpa adanya rencana yang matang.

Baca juga: Apakah Jodoh Setiap Orang Telah Ditetapkan oleh Allah?

Secara tiba-tiba kau akan merasa matang untuk mengajaknya duduk berdua di pelaminan. Bukan sok-sok-an istikhoroh dalam lamunan kesedihan, apalagi bercerita tentang tahun depan, ayolah itu persoalan klise kawan.

Banyak pandangan tentang jodoh dan pernikahan, banyak landasan dan banyak perspektif yang butuh untuk di diskusikan. Apalagi pandangan santri dan kalangan masyarakat Madura yang menitik beratkan terhadap keberlangsungan i’tikad dan persaudaraan.

Penasaran? Next project

By: Fahrur Rozi (Santri al-Amiroh Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.