Santri Zaman Now Tidak akan Tertarik Caramu Berpolitik

oleh

SantriNow | Kami sebagai santri zaman now tidak tertarik dengan cara Anda berpolitik. Anda gaungkan “kalimat tauhid” untuk mengelabuhi umat muslim yang tidak paham dengan Anda. Padahal Anda sedang bela ormas Hisbuttahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan pemerintah pada 17 Juli 2017.

Umat muslim yang tidak paham dengan politik kotor Anda akan mengatakan, siap dukung Anda. Sehingga orang yang memusuhi Anda dianggap memusuhi Islam atau anti Islam. Kejam sekali cara Anda.

Seusai HTI dibubarkan pemerintah, banyak aksi-aksi anarkis yang sengaja dibuat demi memuaskan nafsu Anda. Anda bom gereja-gereja di Surabaya secara bersamaan dengan tujuan satu, ingin supaya kondisi negara ini carut-marut.

Anda musuhi ulama dan umat muslim lain yang menentang cara licik Anda. KH. Ma’ruf Amin contohnya, Anda sanjung saat dia keluarkan fatwa Ahok sebagai penista agama, tapi setelah itu Anda caci Kyai kami itu, karena tidak lagi sesuai dengan tujuan Anda.

Anda gunakan kasus Ahok sebagai alat untuk memporak-porandakan kestabilan bangsa. Anda adu domba umat muslim supaya mereka benci kepada orang yang tidak mendukung Anda.

Anda sakit hati saat bendera bertuliskan kalimat tauhid yang anda susupkan di peringatan Hari Santri Nasional di Garut Jawa Barat, Ahad (22/10/ 2018) dibakar Banser.

Baca juga: 1 Truk Bendera HTI yang Siap Dikibarkan, Sebagian Dibakar Banser

Sikap Santri Zaman Now

Kami sebagai santri zaman now sudah paham betul dengan cara-cara kotor Anda. Anda bilang, pemerintah anti Islam, antek asing, antek PKI dan beragam stigma lainnya.

Apakah Anda belum lupa kasus Saracen yang sengaja anda buat untuk menyebar berita bohong kemana-mana secara sistemik.

Apakah Anda masih ingat akun Muslim Cyber Army yang ternyata akun ini penyebar hoak secara sitematis dan masif di media sosial kala itu. Setelah kedua akun di atas ditangani kepolisian karena melanggar undang-undang IT-E, anda caci maki pihak penegak hukum. Anda bilang kepolisian anti Islam.

Anda gunakan agama Islam sebagai alat untuk memecah belah bangsa Indonesia. Anda gunakan ayat-ayat perang dalam quran, kalimat Laa Ilaaha Illallah sebagai alat untuk memusuhi orang yang tidak sepaham dengan Anda. Anda gunakan masjid sebagai alat politik kotor Anda.

Sekali lagi, kami sebagai santri zaman sekarang tidak akan mundur sedikit pun untuk terus berjuang bersama-sama ulama Nahdlatul Ulama (NU) serta para santri demi keutuhan NKRI. Kami tidak mengatakan bahwa kamilah yang paling NKRI namun karena anda merong-rong kami, kami akan tidak tinggal diam.

Saat bendera HTI dibakar oleh Banser, kau sebarkan di media sosial bahwa Banser anti kalimat tauhid. Kami masih ingat betul apa yang disampaikan Gus Dur waktu masih ada. Ia bilang, mereka gunakan Islam sebagai alat politik sehigga orang yang menentangnya dianggap anti Islam. Itulah wajah anda. (Now)

Baca juga: Ternyata Orang Ini Biang Kerok Pembawa Bendera HTI di Peringatan Hari Santri