Maaf, Apakah Saudara Jumpa Kekasihku

oleh
Maaf, Apakah Saudara Jumpa Kekasihku

SantriNow | Wajahmu cantik jelita laksana bulan purnama. Sebenarnya kita sudah lama menikah namun kenapa kau baru menemuiku. Padahal kau tidak merantau ke negeri Sakura atau ke negeri Jiran. Siapa yang telah membuatmu di sini, padahal waktu itu, siapa saja yang membujukmu tidak ada yang mampu.  Kau adalah istriku, bukan istri orang lain. Mulai sekarang kau tak usah kemana-mana, cukup di sini membuatkan kopi tiap pagi untuk ku.

Tak menyangka kalau diri ini sudah menikah. Seakan terasa hari-hari masih lajang. Setiap pagi harus buat kopi sendiri, masak nasi iwak asin sendiri, bahkan cuci celana dalam sendiri. Tadi pagi ada orang yang menyelinap di balik pintu, dan ternyata dirimu. Namun saya masih ragu jika perempuan yang ada di balik pintu itu benar-benar dirimu. Sungguh tak manyangka,

Seminggu yang lalu saya pergi ke tetangga-tetangga, menanyakan keberadaan dirimu, namun mereka tidak ada yang tahu. Sebulan yang lalu juga sudah kuadakan sayembara untuk mencari jejak kakimu namun mereka juga tidak ada yang berhasil. Sekarang saya sudah pasrah mau kamu di sini atau masih ingin menghilang seperti minggu yang lalu.

Di balik awan sering kali ku manyatakan bahwa kamu memang jodohku, walau sebenarnya terasa kurang yakin. Tapi jika tuhan berkehendak saiapa yang dapat mencegahnya. Seperti ini kan saya tidak menyangka kalau kamu akan datang hari ini. Mungkin perjalanan takdir tuhan seperti itu. Tanpa diduga tanpa diharap tahu-tahu datang dan tahu-tahu pergi.

Akhirnya diri ini masih belum tahu siapa sebenarnya dirimu yang semu, namun kelihatannya cantik jelita seperti sang bulan purnama. [as] Baca Juga: Apa Artinya Tidur Seranjang, Bila Tak Menyentuhnya