Setelah Malala Yousafzai Kini Hadiah Nobel Perdamaian Jatuh kepada Nadia Murad

oleh

SantriNow |Penghargaan Nobel Perdamaian yang dianugerahkan kepada Nadia Murad merupakan salah satu di antara lima Penghargaan Nobel bergengsi dunia yang diprakarsai oleh industrialis, penemu dan produsen persenjataan Alfred Nobel. Begitu juga dengan dengan penghargaan lainnya di bidang Kimia, Fisika, Fisiologi atau Kedokteran, serta Sastra.

Sudah banyak dari para pejuang perdamaian perempuan, seperti Aung San Suu Kyi (1991) dari Burma, Malala Yousafzai (2014) dari Pakistan serta Nadia Murad (2018) asal Iraq, yang menerima penghargaan Nobel Perdamaian tersebut.

Walaupun dari para penerima tersebut kemudian ada yang dianggap tidak pantas karena terlibat dalam kasus pembantaian kemanusiaan seperti Aung San Suu Kyi dari Burma itu.

Siapa Nadia Murad sebenarnya?

Ternyata Nadia Murad merupakan perempuan bekas korban pelampiasan seks para teroris ISIS di Iraq sana yang kemudian berhasil membebaskan diri. Jadi pada saat kelompok teroris Negara Irak dan Suriah (ISIS) munguasai sebagian wilayah di Irak, satu dari beberapa etnis yang menderita adalah Yazidi. Sebagai mana yag dikupas di kompas.com.

Waktu itu, penderitaan etnis Yazidi berada di bawah kekuasaan ISIS, dan salah seorang yang amat sangat mengalami penderitaan itu adalah Nadia Murad.

Ia merupakan perempuan berusia 25 tahun. Ia dulu bertempat tinggal di desa di daerah pegunungan Sinjar yang tenang dan damai di wilayah utara Irak, yang tak jauh dari perbatasan Suriah.

Gara-gara kelompok ekstremis yang bernama ISIS itu, tempat tinggalnya yang tenang berubah mencekam yang amat sangat menakutkan. Tepatnya di tahun 2014, kelompok ekstremis bersenjata ISIS menyapu sebagian wilayah Irak dan Suriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.