#Drama ’19

oleh
Ajang lomba rebut kursi satu RI
Gambar: Jokowi Head-to-Head dengan Prabowo

“Siapapun yang kita pilih, pastikan sudah sesuai dengan hati”

SantriNow | Menjelang tahun politik, dimana semua partai sibuk berkampanye, sibuk menampakkan diri, sibuk pamer pasang dada, pasang otak, pasang mata dan segala macam yang tak pernah saya suka.

Bagi sebagian orang termasuk saya, itu semua hanya fiktif belaka yang sengaja dirancang untuk mengalihkan perhatian mata kita, dari yang sebenarnya dusta.

Seakan-akan terlihat mulia, belum lagi dengan kejadian-kejadian yang selalu menjadi trending nomor satu di media, hal itu menjadi ajang perlombaan yang tak kasat mata, di samping rasa iba yang memang nyata adanya.

Maka presentase dari itu semua tak menjamin bahwa semua merata dari beberapa aspek yang secara nyata sudah ada di hadapan kita. Antara iba dan berlomba-lomba mencari massa, hingga yang sangat santer hari ini hoax pun menjadi bahan yang masuk dalam wacana lomba.

Baca juga: Pilpres 2019, Santri Memilih Dukung Jokowi Apa Istimewanya?

Ayolah!

Lomba tak perlu setara drama korea, tak perlu air mata dan tak perlu menjual iba pada media, cukup keringatmu saja dan berdoa.

Tuhan tak pernah salah memilih pemimpin kita, Indonesia sudah merdeka, jadi jangan menjadi penyakit narasi yang memecah belah negara. Kita semua Bhinneka Tunggal Ika, jangan dirusak dengan hal-hal yang bertentangan dengan logika.

Dan pertanyaan sebenarnya adalah kita itu mau berkembang atau hanya larut dalam permainan belaka?

Amati langkahnya, kaji lebih mendalam kebijakannya lalu diam tinggal menunggu waktunya untuk menaruh kepercayaan kita padanya, bukan koar koar di trotoar membakar sesuatu yang sebenarnya sudah terbakar.

Berdiskusi memilih pemimpin bukan untuk membuka aibnya satu persatu, atau bahkan mengungkit masa lalu, atau juga membandingkan antara yang satu dengan yang lainnya. Karena diakui atau tidak, kita semua berbeda.

Maka yang perlu menjadi titik temu dari masalah yang ada, bagaimana yang berbeda mereka sulap menjadi terlihat sama di mata massa, sama dalam perkembangan, sama dalam prinsip ber Negara, dan sama dalam harapan untuk Indonesia tercinta. Bukan malah menjadi wabah yang akan mengguncang kemerdekaan  yang telah lama tercipta.

Berlomba-lomba boleh saja, tapi jangan sampai hanya karena lomba, kita semua terpecah belah, menjadi Negara yang terus ditertawakan dunia. Kita sudah kaya, jangan sampai terlihat sengsara, malu terhadap tetangga yang selalu iri pada apa yang kita punya.

Hal terakhir atau poin paling penting yang perlu kita renungkan menjelang tahun politik yang sudah dimulai dengan berbagai aksi dan drama,  hanya satu, yakni “siapapun pemimpinnya jika kita  tidak mau berfikir, bekerja, dan melangkah  maka sama saja, kita akan tetap terjajah dan terbawah  bahkan kita akan tetap sengsara”

#2019 basmi penyakit Negara

By: Fahrur Rozi (Santri al-Amiroh Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.