Dari Bawah Kemudian Mewah

oleh
Dari Bawah Kemudian Mewah

“Sekedar motivasi agar kita selalu sadar bahwa yang hidup harus selalu berjuang dan mempertanggungjawabkan”

SantriNow | Hidup adalah sebuah drama pertunjukan dari beribu-ribu karakter yang ada di muka bumi ini. Hidup juga tentang bagaimana melatih hati, kontroling dan segala macam yang berhubungan dengan skenario Tuhan.

Mewah adalah suatu target pencapaian yang banyak dimimpikan oleh seluruh makhluk, khususnya manusia. Akan tetapi untuk mencapai hal itu butuh kemauan tinggi dan semangat yang tidak biasa biasa saja. Tak ada yang bisa didapat dan dinikmati jika kita hanya terus bermimpi tanpa adanya reaksi yang nyata.

Cukup mudah sebenarnya dalam menyikapi hidup ini, tergantung bagaimana kita menjalaninya dan berproses untuk pencapaian yang kita dambakan. Karena yang instant tak bisa dipertaruhkan, dan tidak bisa menjadi acuan.

Ada banyak tahapan yang mesti dilakukan dan ditaklukkan. Ada banyak pula rintangan yang menghadang, tinggal bagaimana kita melaju menjadi pemenang. Karena sejatinya hidup sama halnya dengan akademi latihan. Dimana prajurit harus berlatih hingga akhirnya pantas dinobatkan sebagai pelatih atau bahkan jendral dalam segala kesempatan.

Baca juga: Sukses Bukan Hanya Untuk Diri Sendiri

Tahapan demi tahapan

Tahapan pertama adalah tahapan dimana kita harus selalu berfikir bahwa kita harus tumbuh dari bawah. Artinya kita sebagai pemula sangat tidak dianjurkan untuk memimpikan hal yang sudah mengawan. Perlahan kita tata dari tingkat yang paling rendah, hingga akhirnya kita sampai pada satu waktu yang mengaharuskan kita untuk beranjak dan mengembangkan di tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Aspek pendukung yang paling dibutuhkan dalam tahapan ini adalah rasa sabar dan continue(istiqomah), try and error pasti selalu menjadi tantangan pertama. Oleh sebab itu tingkat sabar kita harus selalu lebih tinggi dari rasa malas yang tercipta.

Tahap yang kedua, adalah tahap dimana kita mempertahankan output yang dihasilkan pada tahapan pertama, artinya jika dianalogikan pada sebuah pembangunan ketika pondasi sudah matang kita harus tetap memperhatikan kekuatan nya, disamping kita dituntut untuk melanjutkan pembangunan itu sendiri.

Pada tahapan ini seringkali kita kecolongan karena terlalu puas terhadap hasil yang sebenarnya masih manipulasi dari rintangan, karena tidak jarang ditemukan sebuah perjalanan yang harus berhenti sebelum sampai pada tujuan, dan hal ini selalu menjadi masalah terbesar dalam satu project karena tingkat kepuasan yang over dan diciptakan bukan pada saat nya.

Tahapan yang selanjutnya adalah tahapan dimana kita harus bersyukur dengan sesuatu yang telah menjadi hasil dari jerih payah dan usaha, pada tahapan ini kita hanya harus fokus menjaga dan meningkatkan.

Maka dari beberapa hal diatas bisa kita mengaplikasikan pada kehidupan yang kita jalani, lebih-lebih soal keimanan pada Tuhan, jadi segala sesuatu yang ada harus selalu dari bawah, lalu menengah dan akhirnya menjadi sebuah hasil yang patut untuk dijadikan sejarah dalam perjalanan kehidupan kita.

Sebenarnya tahapan itu dirancang agar kita sadar bahwa kita adalah hamba, bukan raja. Sejatinya kita harus selalu meminta dalam doa dan menjalaninya dengan usaha, bukan malah tiba tiba ingin hidup yang mewah tapi tak mau berusaha sabar dan berdoa.

By: Fahrur Rozi (Santri al-Amiroh Surabaya)