Apa Makna Barokah Bagi Santri

oleh
SantriNow | Barokah adalah kebaikan dari Tuhan untuk siapa saja yang dikehendaki (khairun ilahiyyun). Istilah barokah bagi Santri sudah biasa, mereka sudah paham. Namun kenapa di sini kok dijelaskan lagi oleh santrinow.com. Hal ini tiada lain, santrinow.com hanya ingin memperkuat betapa pentingnya barokah bagi kehidupan manusia.
Apa makna barokah bagi Santri ? Santri selalu berdo’a ‘ ya Allah berikanlah ilmu yang barokah, hidup yang barokah, rizki yang barokah dll. Artinya, bagi Santri barokah itu merupakan jimat yang bisa menjadikan dirinya lebih baik dan mulia.
Banyak orang bilang ‘biarpun ilmunya selangit tapi tidak barokah, tidak ada gunanya, tapi meskipun ilmunya sedikit tapi barokah itu yang dicari.
Bagaimana cara mendapatkan ilmu yang barokah ?
Jawabannya tanyakan pada diri Santri masing-masing. Karena setiap perjalanan seseorang dalam mencari ilmu itu beda-beda. Namun yang pasti siapa yang tunduk pada gurunya isnya Allah ilmunya barokah.
Banyak contoh yang bisa dijadikan cermin oleh siapa saja yang pernah nyantri. Kata Gus Dur. Baca juga: Orang Ini Paling Dibenci Setan
‘Kebaikan Santri tidak bisa dilihat sewaktu masih berada di pondok, melainkan setelah dia menjadi alumni. Kamu tinggal buktikan hari ini, bahwa kamu adalah Santri yang baik’. 
Quot Gus Dur ini bisa dijadikan tolak ukur seorang Santri apakah ilmunya barokah atau tidak. Karena faktanya memang begitu artinya banyak Santri yang sewaktu di pondok alim namun setelah pulang malah jadi maling. Sepertinya jauh, seperti langit dan bumi, namun ketika sudah Allah pastikan begitu, mau apa lagi.
Sebaliknya ada Santri sewaktu mondok di pesantren, potongan orangnya biasa saja. Dibilang pintar ya biasa, dibilang bodoh ya tidak juga, karena ketika disuruh ngaji Quran lancar. Namun anak ini malah ketika jadi alumni jadi orang besar. Dia dihormati orang banyak, hidupnya dimulyakan oleh Allah.
Kira-kira kunci apa ya, agar jadi Santri yang sukses ?
Kalau setelah penulis amati dari beberapa kejadian, ternyata dan ternyata. Santri pertama yang katanya pintar di pesantren ini sombong orangnya dan ke gurunya itu kurang sopan. Yang kedua ini sebaliknya, yakni kegurunya sopan mau menghargai. [as]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.