Yenny Wahid Jadi Ratu Bidadari di Pilpres 2019

oleh
Yenny Wahid Jadi Ratu Bidadari di Pilpres 2019Gusdurian Bukan Organisasi Politik

Sedangkan, para Gusdurian pun bukan organisasi politik. Gusdurian akan memilih pemimpin berdasarkan proses aqli dan naqli. Dua proses itu yang akan digunakan secara rasional untuk menilai sepak terjang kedua paslon.

Menanggapi itu, Toto mengatakan, pernyataan Yenny sedikit-banyak memiliki pengaruh terhadap nahdliyin dalam menentukan pilihan. “Itu berpengaruh apakah mereka tetap dengan garis tradisional memilih Jokowi-Ma’ruf atau mungkin ke yang lain,” ujarnya yang juga menjadi analis Exposit Strategic.

Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyuddin mengatakan, sosok Yenny Wahid bisa mewakili sosok ibu padaera modern. Terlebih bagi para kelompok ibu rumah tangga (emak-emak) yang mengeluhkan kondisi perekonomian bangsa saat ini.

“Saya meyakini Mbak Yenny bisa dan akan memberi dampak elektoral yang besar bagi pasangan Prabowo-Sandi,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (11/9).

Suhud menjelaskan, tim pemenangan Prabowo-Sandi sudah sepakat untuk memfokuskan kampanye pada isu ekonomi mikro. Hal itu khususnya harga kebutuhan pokok, pengembangan sektor UMKM, pembukaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan pendidikan, serta kesehatan. Yenny diyakini akan memperkuat branding program kampanye.

Di satu sisi, Yenny Wahid merupakan salah satu figur paling berpengaruh di kalangan warga Nahdliyin, tak terkecuali kaum Gusdurian. Masuknya Yenny Wahid sebagai nahdlyin sekaligus mendorong Pemilu dan Pilpres 2019 ke suasana yang damai.

“Sebab, warga NU mengayomi semua kandidat capres dan cawapres,” tutur Suhud.