Surat Mbah Moen yang Menggetarkan Hati, Seusai Kyai Ma’ruf Mundur Sebagai Rais Aam

oleh
Surat Mbah Moen yang Mengetarkan Hati

JAKARTA, SantriNow | Surat Mbah Moen atau KH. Maimun Zubair selaku Mustasyar PBNU terkait penggati Rais Aam PBNU setelah Kyai Maruf Amin mundur karena menjadi Cawapres dampingi Jokowi. Isi surat itu begitu menggugah hati. Intinya dalam surat itu, Mbah Moen menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir dalam Rapat Pleno yang digelar waktu itu karena kondisinya tidak sehat.

Kemudian beliau menyatakan bahwa dirinya sangat setuju dengan diangkatnya KH. Miftahul Akhyar yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU menjadi Rais Aam. Bahkan dalam isi surat itu, pengasuh Pesantren Sarang ini menyampaikan curahan kegembiraan hatinya karena sebelumnya ia sudah menyuruh KH. Miftahul Akhyar mendaftar sebagai Rais Aam pada waktu Mu’tamar namun selalu ditolaknya.

Surat beliau langsung dibacakan Katib Aam KH Yahya Cholil Tsaquf, pada pembukaan Rapat Pleno PBNU, Sabtu (22/9).

Berikut isi surat KH. Maimun Zubair selengkapnya:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسو ل الله وعلى أله وصحبه ومن والاه. أما بعد

Salam Silaturrahim kami sampaikan teriring doa semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan memberikan petunjuk dalam penggunaan sehari-hari. Amin.

Saya merasa gembira sekali dan bersyukur kepada Allah atas terlaksananya pertemuan hari ini yaitu Rapat Pleno PBNU yang lengkap dengan seluruh jajaran PBNU yang memberlakukan apa yang ada buang. Saya yakin bahwa pertemuan ini akan membawa keutuhan NU dan juga kemajuan NU yang benar-benar-benar jam’iyyah keislaman yang didirikan dan diprakarsai oleh ulama’-ulama ‘insyaallah akan sukses. Amin ya rabbal ‘alamin.

Di dalam hal ini saya lakukan terhadap kami sendiri tidak bisa dilakukan Rapat Pleno PBNU karena faktor kesehatan. Sakit saya diabet melonjak tinggi tidak bisa dilakukan pada acara ini. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu semuanya yang menjadi pusat khodamah-khodamah dari jam’iyyah ini, dhari para ulama, zu’ama dan segenap sesepuh yang hadir pada Rapat Pleno PBNU yang sangat penting.

Saya sangat menghendaki melalui pencarian yang ada petunjuk dari Allah SWT. mana yang baik setelah Rais ‘Aam Bapak Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin menjadi cawapres, yang diangkat sebagai penggantinya adalah Bapak KH. Miftahul Akhyar selaku Wakil Ro’is ‘Aam PBNU. Dan dalam hal ini saya telah menghancurkan Bapak KH. Miftahul Akhyar dua kali memohon kepada beliau untuk bersedia mendaftar Rais ‘Aam PBNU.

Saya berdoa NU sebagai jam’iyyah yang ditunjukkan oleh para ulama ‘kebebasan yang masih menyandang ajaran as-Salafus Shalih dan Ahlus Sunnah wal jama’ah perlu untuk diperjuangkan demi kepentingan agama, tertiban, kemaslahatan yang menuju kerohanan Allah dan sebagai cerminan العلماثة الأنا ا اثة , menjunjung islam, islam secara nasional, serta menjunjung Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga Allah mengabulkanNya dan meridhai kita sekalian. Amin.

Sarang, 11 Muharram 1440 H.
21 September 2018 M.

Hormat Kami,
KH. Maimoen Zubair
Mustasyar PBNU

Penulis: Ust. Amin

Sumber: NU Online

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.