Misteri di Balik Perkataan ‘Bebek Nungging’ Seorang Zazkia Gotik

oleh -

 

Misteri di Balik Perkataan 'Bebek Nungging' Seorang Zazkia Gotik
SantriNow | Baru-baru ini, Zaskia Gotik harus berhadapan dengan sorotan tajam dari publik. Hal ini bermula saat dirinya yang diduga melakukan pelecehan terhadap lambang negara Republik Indonesia. Kejadian tersebut berawal saat pemilik Goyang Itik tersebut menjadi bintang tamu di salah satu stasiun televisi swasta.

Saat diberi pertanyaan oleh Denny Cagur mengenai tanggal Hari Proklamasi Indonesia, dengan santai Zaskia menjawab “Setelah adzan subuh tanggal 32 Agustus”.

Lalu pertanyaan kedua soal lambang sila Kelima Pancasila-pun dilontarkan. Dengan gampang Zaskia memberikan jawaban “Bebek nungging”. Baca [Sebut Lambang Pancasila dengan “Bebek Nungging”, Zaskia Gotik Terancam Denda Rp 500 Juta]

Entah apa yang ada dalam pikirannya, kok muncul jawaban yang kontraversial itu. Apa karena saking asiknya bercanda ria pada waktu itu sehingga segala sesuatu jadi bahan candaan. Atau memang sengaja menjawab itu. Entah lah, tapi yang pasti “Bebek Nungging” itu lah yang keluar dari mulutnya.

Kata Bebek Nungging yang kemudian mengakibatkannya disorot banyak pihak itu memang kurang enak kedengarannya. Apalagi sebagai jawaban atas soal yang berkaitan dengan lambang sakti yakni lambang negara tepatnya pada sila ke lima itu.

Kalau dilihat dari latar belakang Zazkia yang dapat julukan Gotik (goyang itik) itu. Mungkin ada kaitannya dengan jawaban Bebek Nungging-nya. Karena ia tenar di pentas hiburan dangdut berkat goyang itik-nya. Kemudian ia terus naik daun karirnya hingga sekarang.

Dan Bebek Nungging yang menjadi populer sekarang juga  berkat ucapannya. Sehingga di sini ada kesan Bebek-nya seolah minta jatah popularitas darinya. 

Harapan

Semoga Zazkia sabar menghadapi problemanya sekarang sebagai mana sabarnya itik yang menjadikannya ia populer. Bebek adalah binatang yang penyabar, hewan yang mampu bersosialisasi tidak memandang umur, jabatan atau asal usul mereka dalam suatu kelompok yang bagaikan peleton pasukan yang sering kita sebut “Pasukan Bebek”.

Meskipun bebek adalah hewan dengan tingkat kecerdasan tidak melebihi seekor anjing yang mudah dilatih, bebek ternyata masih mempunyai naluri yang tanggap dengan lingkungannya dan untuk bertahan hidup serta saling menyayamgi. Baca [Filosofi Bebek]

Maka dengan  kejadian yang menimpanya semoga dia menjadi perempuan yang penyabar, penyayang, peduli lingkungan dan mau belajar. Belajar dari kesalahannya.

Silahkan nilai tulisan ini []