Figur Seorang Kholifah Sebagai Contoh Pemimpin Umat

oleh

SantriNow | Tahukah kalian tentang dinasti Ayyubiyah? Siapakah pendirinya? Ya, pendirinya adalah Shalahuddin Al-Ayyubi putra  Najmuddin bin Ayyub dari bangsa Azerbaijan dan lahir di Tikrit (Irak) tahun 1137 M/1532 H.

Di kalangan muslim maupun Kristen, Shalahudin Al-Ayyubi adalah sosok yang sangat populer karena Saladin (panggilan dari orang Kristen) merupakan pemimpin yang bijaksana, mempunyai pasukan militer yang tangguh dan berwibawa di depan lawan, serta mempunyai sifat kesatria juga santun dan pemaaf.

Berdirinya dinasti Ayyubiyah berawal dari adanya serbuan pasukan Salib terhadap wilayah Islam untuk merebut Baitul Maqdis di Yerussalem. Shalahuddin Al-Ayubi tak pernah gentar menghadapi pasukan Salib dan selalu menebarkan benih-benih semangat kepada umat Islam untuk melawan pasukan Salib.
Dia memerangi pasukan Salib walaupun tidak sampai selesai. Karena Saladin meninggal pada saat perang Salib babak ke-3 tepat pada tahun 1193 (ada pula yang mengatakan 1192) pada usia 57 tahun.
Ya, kisah di atas sebenarnya patut dicontoh oleh pemimpin masa sekarang. Pemimpin itu dipilih untuk menegakkan keadilan, bukan untuk korupsi, kolusi, ataupun nepotisme.
Pemimpin dipilih untuk menjadi khalifah fil ard bukan untuk merusak negara, ditunjuk sebagai pemimpin untuk membuat perubahan dan membentuk masyarakatnya dengan keadilan dan memberi semangat kepada para anak muda untuk menjadi generasi penerus bangasa dengan tanpa melupakan syari’atnya sebagai orang Islam, juga menegakkan keadilan yang sesuai dengan syari’at Islam.
Ingatkah kalian dengan seorang sultan yang bernama Muhammad Al-Fatih? Dialah penakluk Konstatinopel-Byzantium-Romawi. Dialah orang terbaik yang menjadikan kejayaan terbesar umat Islam dan juga dapat menguasai imperium Romawi.
Tidak adakah di hati kita terbesit rasa menjadi seorang penakluk? Jika ada, maka mari kita perjuangkan. Tapi, lebih penting lagi menjadi penakluk diri sendiri.
Di sini penulis berharap, dimanapun dan kapanpun kita berada, tetaplah berkarya dan menjunjung tinggi asas ke-Islaman. Tunjukkan kepada yang lain bahwa agama Islam adalah agama yang benar dan agama yang memberi cahaya bagi umatnya. Tegakkan Islam!
“Karena Islam itu indah”

Silahkan nilai tulisan ini  | Author : Sisca Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.