Durhaka Bila Santri Tidak Mau Ngurus NU

oleh

Durhaka Bila Santri Tidak Mau Ngurus NUSantriNow | Bangsa Indonesia bisa merdeka karena ada peran para Ulama dan santri yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara dalam merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah, mereka berbaur dengan elemen masyarakat yang mendukung kebebasan dengan mencurahkan segala kekuatan baik fikiran, tenaga, dan finansial demi mencapai kemerdekaan itu.

Buatlah sebagian besar pesantren menjadi markas perjuangan, melihat hal semacam itu pengurus yang menjadi santrinya Rais Akbar KH Hasyim Asyari wajib menjaga dan merawat bangsa Indonesia sampai akhir hayatnya.

Demikian disampaikan Rais PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh pada pelantikan MWC dan Ranting NU se Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak Jateng dan pertemuan ulama umaro Kecamatan Kebonagung di halaman kecamatan Sabtu (1/9) malam.

“Kalau para ulama ikut memerdekakan uang Indonesia maka kewajiban hukumnya sebagai santri untuk menjaga dan merawat bangsa Indonesia,” ujarnya. Baca juga: Makna Indonesia Merdeka Bagi Santri

Fenomena yang Terjadi Hati Ini

Fenomena-fenomena yang berkembang sekarang tidak perlu berorganisasi NU dan menganggap yang penting beramaliah NU menurut KH Ubaidullah Shodaqoh merupakan salah satu kelompok Islam transnasional, maka dia menginstruksikan setiap santri Wajib untuk mengurusi NU.

“Santri wajib ngurusi NU, kalau tidak mau ngurusi NU maka jadi santri durhaka,” tegasnya.

Dalam kelompok-kelompok islam radikal dan intoleran yang sekarang digembar gemborkan kelompok lain, Kiai Ubaid meminta kepada warga NU untuk berkoordinasi pada kiai di sekitarnya.

Dia menyampaikan pada warga NU, karena sekarang menjadi masa bergeraknya kelompok Islam yang sejak tahun 1980 di kader untuk bergerak menyebarkan faham mereka dan menggerogoti keutuhan bangsa Indonesia melalui rongrongan faham aswaja.

“Islam intoleran sudah dikader sejak tahun 1980 dan saat ini sedang memanen pengkaderannya, jika kita tidak waspada maka NU dan NKRI terancam,” tegasnya.

Ketua PCNU Demak, KH Muhammad Aminuddin kepada NU Online , Ahad (2/9) mengatakan, kegiatan pelantikan dan pertemuan ulama umaro adalah dalam upaya penganiayaan yang baik selama ini telah berjalan dengan baik. “Ini langkah baik untuk menjalin hubungan sekaligus hemat biaya,” ujarnya.

Turut hadir Pengurus Cabang KH Muhammad Aminuddin bersama pengurus cabang NU, Pengurus MWC dan Ranting NU se Kecamatan Kebonagung, Bupati Demak, Camat lengkap OPD, anggota FPKB DPRRI H Fathansubhi dan warga NU se Kecamatan Kebonagung.

Penulis: Asmuni

Editor: Admin

Sumber: NU Online