Apa Arti Cinta Bagi Santri Idaman

oleh

SantriNow | Jika ada yang bilang cinta itu ilusi, orang tersebut tidak mengerti cinta namun pura-pura mengerti. Kenapa begitu? Karena cinta itu nyata. Kita semua semua cinta, ingin dicinta, ingin mencintai, dan tidak akan ada di sini jika ayah dan ibu kita tidak bercinta. Jadi cinta itu bukan ilusi, melainkan nyata.

Jika ada yang menganggap cinta itu ilusi, tandanya ia disakiti dan dikecewakan ‘atas nama cinta’ yang akhirnya menyalahkan cinta dibandingkan mengintropeksi diri. Jangan pernah menyangkal cinta karena kita semua butuh cinta, (tanpa menjadi needy tentunya!).

Lalu apa arti cinta bagi santri idaman? Pengertian cinta bagi santri idaman adalah memberi cinta tanpa meminta kembali. Itu disebut cinta sejati.

Kebanyakan laki-laki tidak punya cinta sejati, mengapa? karena yang mereka lakukan adalah memberikan cinta dan mengharapkan cinta dari sang wanita. Mereka membelikan hadiah, menjemput wanita, melakukan pengorbanan, dengan harapan sang wanita akan memberikan cinta kembali kepada mereka. Mereka merasa rugi jika sudah berkorban namun sang wanita cuek dan menolak mereka.

Satu hal yang sangat bodoh yang dilakukan banyak laki-laki adalah mencari tantangan dengan mengejar wanita yang sudah jelas-jelas akan terus menerus menolak mereka dibanding mencari wanita yang sudah jelas-jelas mau menerima mereka apa adanya.

Bagaimana cara terbaik kita sebagai santri idaman dalam menghaadapi cinta? (banyak orang yg kalau mabuk cinta menjadi lebay, susah makan, dsb) Dan seperti yang kita ketahui bahwa cinta itu nyata, bukan ilusi. Namun demikian, ada yang namanya ilusi cinta.

Maksudnya adalah cinta berdasarkan ilusi, bukan cinta nyata. Nah inilah yang sering terjadi. Banyak laki-laki mengidealkan figur wanita yang bukan figur sesungguhnya wanita tersebut. Saya jelaskan lebih lanjut. Banyak laki-laki memenginginkan figur wanita yang 100% mirip seperti yang mereka inginkan.

Jika sang wanita tidak 100% seperti yang mereka inginkan, mereka akan sengsara. Kenyataan nya, para laki-laki bukan mabuk cinta, namun mereka membuat diri mereka mabuk sendiri karena idealisme mereka akan cinta.

Dan sudah tentu ego mereka akan membuat-buat alasan bahwa mereka mabuk cinta. Oleh karena itu, Santri Idaman sangatlah realistis dalam menghadapi cinta. []