Valentine’s Day ala Rasulullah

oleh
Valentine's Day ala Rasulullah
SantriNow | Saya salut dengan saudara non muslim yang mempunyai peringatan hari kasih sayang (Valentine’s Day) yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Peringatan itu ditandai dengan warna serba ping sebagai tanda kasih sayang.  Di Dunia Barat, pada hari valentin kebiasaan mereka para kekasih menyatakan cintanya pada pasangannya masing-masing.
Seiring dengan berjalannya waktu kebiasaan peringatan ini tidak hanya dirayakan oleh mereka yang beragama kristen tapi juga oleh pemeluk agama lain seperti Islam. Sehingga muncul beragam pendapat, fatwa tentang haram tidak-nya peringatan hari valentin bagi pemeluk Islam. Yang mengharamkan biasanya beralasan karena adanya hadist yang berbunyi
“Man tasyabbaha koumin fahua minhum” kira-kira makna hadist tersebut secara umum begini ;Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka. Bagi yang memperbolehkan, biasanya karena alasan kemanusiaan.
Selama peringatan itu baik bagi orang lain dan menambah keakraban serta mempererat persaudaraan terutama antar umat beragama mengapa tidak boleh.
Namun dalam tulisan ini penulis tidak mau terjebak dalam polemik peringatan Hari Valentin itu, disini penulis hanya ingin mengulas Valentin ala Rasulullah yang sudah pernah beliau contohkan kepada sahabatNya pada waktu Fathu Makkah.
Rasulullah berpidato kepada ribuan tawanan perang: “..Hadza laisa yaumil malhamah, walakinna hadza yaumul marhamah, wa antumut thulaqa….”. Wahai manusia, hari ini bukan hari pembantaian, melainkan hari ini adalah hari kasih sayang, dan kalian semua merdeka kembali ke keluarga kalian masing-masing. Pasukan Islam mendengar pidato itu merasa shock juga.
Berjuang hidup mati, diperhinakan, dilecehkan sekian lama, ketika kemenangan sudah di genggaman: malah musuh dibebaskan. Itu pun belum cukup. Rasulullah memerintahkan pampasan perang, berbagai harta benda dan ribuan onta, dibagikan kepada para tawanan.
Sementara pasukan Islam tidak memperoleh apa-apa. Sehingga mengeluh dan memproteslah sebagian pasukan Islam kepada Rasulullah. Mereka dikumpulkan dan M

uhammad SAW bertanya: “Sudah berapa lama kalian bersahabat denganku?” Mereka menjawab: sekian tahun, sekian tahun…. “Selama kalian bersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atau tidak mencintai kalian?”

Tentu saja sangat mencintai. Rasulullah mengakhiri pertanyaannya: “Kalian memilih mendapatkan onta ataukah memilih cintaku kepada kalian?” Menangislah mereka karena cinta Rasulullah kepada mereka tidak bisa dibandingkan bahkan dengan bumi dan langit. (cuplikan dari ceramah Cak Nun)

Maka dari kisah di atas jelas betapa cintanya Rasulullah kepada umatNya. Dan itu tidak bisa ditukar dengan alam seisinya juga dengan hari Valentin yang dirayakan oleh saudara Kristiani. Begitu agungnya Rasulullah terkait penciptaanNya.

Bahkan dalam sebuah hadist Qudsi Allah berfirman yang artinya ” Andaikan tidak Aku ciptakan engkau Muhammd, andaikan tidak Aku ciptakan engaku Muhammad, niscaya tidak akan Aku ciptakan alam seisinya.

Maka demi keagungan Rasulullah, dan demi cinta Rasulullah pada umatNya. Sudah seharusnya kita meneladani prilakuNya. Saling menghormati, toleransi, dan saling menjaga perdamaian antar umat beragama. Itulah prilaku valentin yang diajarkan Rasulullah pada umatNya.

Silahkan nilai tulisan ini