Pilpres 2019, Santri Tapalkuda Memilih Jokowi Dua Periode

oleh

Pilpres 2019, Santri Tapalkuda Memilih Jokowi Dua PeriodeSantriNow | Di Jember ratusan santri dari sejumlah pondok pesantren mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi dua periode di Pilpres 2019 mendatang. Bukan hanya Jember, tapi juga Bondowoso, Banyuangi, Situbondo, Lumajang, Jawa Timur melakukan hal yang sama. Santri Tapalkuda memilih Jokowi karena alasan 5M.

Seperti yang dikemukakan Koordinator Forum Komunikasi Santri (FOKUS), bahwa Santri di Tapalkuda memilih Jokowi kembali karena alasan 5M.

“Kami menyebutnya dengan 5M, tapi bukan uang Rp 5 miliar,” ujar Miftahul Arifin Hasan, Koordinator Fokus Jokowi, Jumat (3/8/2018).

Hasan menjelaskan, M pertama, Jokowi cermin dan ulama, dengan memberikan anugerah gelar pahlawan nasional kepada kiai Asad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo.

“M yang kedua, Pak Jokowi berhasil menjaga NKRI, ideologi negara, dari gerakan radikalisme yang mulai tumbuh subur di Negara ini,” tuturnya.

Mikan, sambung dia, Jokowi menyadari pondok pesantren dan kalangan santri, dengan menetapkan hari santri nasional. Selanjutnya, Jokowi berhasil membangun infrastruktur di Pulau Jawa dan Luar Jawa.

Ada pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia. “Nah, M yang kelima, beliau membina dan mengembangkan tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Inilah yang kami sebut dengan 5M, ”imbuhnya.

Dengan berbagai keberhasilan, pihaknya mendukung Presiden Jokowi, untuk maju kembali dalam pilpres mendatang. “Tidak ada alasan untuk tidak mendukung beliau, komitmennya sudah jelas,” tambahnya.

Sebagai bentuknya, para santri membacakan ikrar, serta memimpin kain putih sepanjang 100 meter. Kian itu nantinya akan dikirimkan ke Jokowi. “Kenapa 100 meter, karena kami dapatkan 100 persen, dan 100 persen kami ikhlas mendukung beliau,” tuturnya.

Baca juga: Se-DKI Jakarta Santri Memilih Jokowi Dua Periode

Salah seorang santri, Miftahus Surur, menilai sosok Jokowi adalah sosok yang sederhana, dan dekat dengan ulama. “Ia pemimpin yang lahir dari rakyat, dan beliau sangat dekat sekali dengan kiai-kiai. Buktinya, beliau sangat memperhatikan dan sering sowan ke pondok pesantren, ”pungkasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.