Nasehat Imam Ghazali Part 2

oleh -

Nasehet Imam Ghazali Part 2SantriNow | Dan diceritakan bahwa Syaih Junaid, (semoga Allah mensucikan kuburnya) pernah datang kepada seseorang lewat mimpi. Kemudian orang yang bermimpi itu bertanya pada.

Wahai Aba Qosim (sebutan untuk syeh Junaid) “kabar gembira apa yang engkau bawa wahai Aba Qosim?

Ia menjawab; Kata-kata mutiara itu telah hilang, petunjuk-petunjuk itu telah tidak ada gunanya dan semua itu tidak manfaat bagiku kecuali beberapa rukuk, yang telah kulakukan di waktu tengah malam di saat saya masih hidup di dunia.

Wahai anak manis ! Jagalah dirimu dari perbuatan yang bangkrut (tidak manfaat) dan jagalah dirimu dari perbuatan yang hina. Dan yakinlah bahwa sesungguhnya ilmu sendiri itu tidak bisa menjagamu.

Contoh: Andaikan ada laki-laki di gurun sahara mempunyai sepuluh pedang Hindia serta senjata lainnya. Dan laki-laki itu pemberani di medan perang diserang singa buas yang menakutkan.

Bagaimana kira-kira sangkaanmu ?

Apakah 10 pedang Hindia itu bisa menghadang singa buas yang sedang mengintai laki-laki itu tanpa digunakan dan ditebaskan kepada hewan buas itu ? Maka sebagaimana yang diketahui bahwa pedang itu tidak akan bergerak tanpa digerakkan dan dipukulkan.

Maka dari itu, jika sesorang membaca pelajaran 100.000 macam teori dan dapat dipahami namun tidak dikerjakan maka tidak ada gunanya.

Contoh lain: jika ada seseorang menderita sakit gigi yang harus dicopot atau dibuang, namun penderita hanya diam tidak pergi ke dokter sepesialis gigi untuk mencopot giginya, maka sakit gigi itu tidak akan sembuh.

Seandainya dalam waktu 100 tahun kamu gunakan untuk membaca dan mengumpulkan 1000 buku, maka itu tidak akan mendatangkah rahmat dari Allah kecuali diamalkannya. 

“Dan tidak ada pekerjaan atau pebuatan tanpa diusahakan”. “Maka barang siapa yang berharap bertemu Tuhan-Nya maka kerjakanlah amal shaleh”. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh tempatnya di surga Firdaus selamanya dan tiak akan berpaling.

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, keucali orang yang bertaubat dan beriman seta mengerjakan amal shaleh. Maka mereka akan masuk surga dan sama sekali tidak akan dizalimi.

Semoga tulisan ini manfaat
Nex >>>