Banjir di Sampang antara Ujian dan Kelalayan Pemerintah

oleh

SantriNow | Jika banjir datang satu kali hingga banyak menelan korban, barangkali ujian dari Tuhan. Namun, bila datang berkali-kali dan setiap musim selalu terjadi, tak pantas menyebut itu adalah ujian. Manusia sudah diberi hak untuk terus berusaha dan mengusahakan dengan mencegah timbulnya sesuatu yang tidak diinginkan[TIMESINDONESIA, SAMPANG]

Banjir yang sarat setiap tahun melanda kota Sampang ini, perlu dianalisa dan dicari solusi jangka panjangnya. Sebab masalah banjir di kota BAHARI (bersih, agamis, harmonis, aman, rapi dan indah) itu (julukan kota Sampang), jika hanya dilihat dibiarkan tidak diatasi, apa fungsi pemerintah daerah dan anggaran yang ada di sana.

Karena dilihat dari peta daerah, kota Sampang berada di kawasan rendah, sebagai mana gambar berikut:

Maka berdasarkan peta di atas, jelas kota Sampang rawan banjir. Karena itualah sudah seharusnya pemerintah Sampang mulai dari dulu memikirkan kondisi menghawatirkan itu, dan bertindak konkrit menuju Sampang bebas banjir.

Sebagaimana berita yang berseliweran sekarang. Dimana pada intinya media itu mengungkap bahwa penyebab banjir di Sampang itu karena luapan dari sungai Kemoning yang tidak mampu menampung datangnya air dari anak sungai di hulu yang jumlahnya 70 anak sungai.

Maka masalah itu lah yang harus dipikirkan oleh pemerintah, agar sungai tidak meluap tiap tahun. Semisal dengan menggandakan aliran sungai Kemoning itu yang samapai sekarang hanya satu. Atau membuat bendungan air, dan lain sebagainya.

Sekarang jangan bicara ujian dari Tuhan, itu hanya membodohi masyarakat. Karena banjir Sampang itu tiap tahun datang. Bahkan di tahun 2013 samapai menelan korban, 5 orang tewas dan 2 luka-luka [BBTKLPP Surabaya] hal itu semoga tidak terjadi lagi.

Jangan samapi julukan kota Sampang yang dikenal dengan kota BAHARI (bersih, agamis, harmonis, aman, rapi dan indah) itu tercemar gara-gara banjir.

Silahkan nilai tulisan ini []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.