Konferwil XXI IPNU Jatim, Ahmad Wasil: Momentum Konsolidasi “Gagasan” Kader

oleh

Konferwil XXI IPNU Jatim, Ahmad Wasil: Momentum Konsolidasi "Gagasan" KaderSantriNow | Surabaya – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XXI di Kabupaten Banyuwangi pada 3-5 Agustus 2018 mendatang.

Selain suksesi kepemimpinan, agenda Konferwil adalah merumuskan langkah strategi IPNU Jatim untuk periode tiga tahun kedepan. Namun, dalam setiap Konferwil kerap lebih mengemuka soal perebutan posisi ketua.

Sejauh ini sudah muncul sejumlah kandidat ketua PW IPNU Jatim. Mereka diantaranya Ahmad Wasil (Sumenep), Choirul Mubtadi’in (Blitar), Fahrizal Mu’afi (Sidoarjo), Khoirul Imam (Kraksaan, Probolinggo), dan Moh. Yahya Muzakki (Banyuwangi).

Ahmad Wasil mengatakan, Konferwil merupakan momentum menjalin silaturahmi antar kader IPNU serta konsolidasi gagasan demi merumuskan strategi merespon tantangan pelajar ke depan.

“Yang paling penting, Konferwil harus menjadi pemersatu antara kader IPNU,” kata Wasil saat ditemui disela menghadiri pembukaan PKPNU di Kantor PWNU Jatim, Jl. Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (24/7) sore.

Karena itu, Wasil mengajak semua kader agar semakin solid dalam membangun sinergi, baik di antara kader IPNU, Banom di lingkungan NU, maupun elemen di luar NU. Sebab, dalam mewujudkan cita-cita diperlukan kebersamaan yang solid.

Baca: Latihan Kader Muda (LAKMUD) Nahdlatul Ulama; Mari Jadi Generasi Hebat

“Tdak ada keberhasilan sari sebuah perjuangan tanpa adanya sinergi dan kebersamaan mewujudkan cita-cita yang sama,” tegas ketua PC IPNU Sumenep periode 2015-2017 ini.

Ia berharap, seluruh kader IPNU di Jatim untuk memamfaatkan Konferwil sebagai ruang konsolidasi serta pertarungan gagasan dalam menyikapi berbagai problematika serta isu di kalangan pelajar.

Dengan demikian, lanjut Wasil, lahir gagasan-gagasan brilian dari kader IPNU dari arena Konferwil. Sebagai organisasi kader, IPNU harus mampu membaca permasalahan kaderisasi, sehingga mampu mencetak kader militan yang moderat.

“IPNU adalah basis terdepan kaderisasi warga NU di tingkat pelajar. Kondisi IPNU hari ini adalah cermin masa depan NU,” tandasnya.

Yang tak penting adalah terciptanya kader IPNU yang berdaya saing di tengah pertarungan global, terutama menghadapi revolusi industri 4.0. Sebab, revolusi industri 4.0 berimplikasi pada perubahan besar hampir pada segala aspek kehidupan. “Dan kader IPNU harus menjadi motor terdepan mengawal perubahan tersebut,” pungkasnya. []