Ketua Wahabi di Indonesia?

oleh -

Ketua Wahabi di Indonesia?SantriNow | Semenjak reformasi hampir semua aliran transnaional masuk ke Indonesia termasuk Wahabi. Masuknya paham wahabi ke Indonesia dimotori oleh sekelompok orang yang baru pulang naik haji ke Makkah. Ketika pulang dia menyebarkan paham ini ke masyarakat sekitar secara paksa.

Karena Wahabi bukan ormas jadi kelompok ini tidak ada ketuanya melainkan hanya tokoh atau ulama nya saja yang kemudian menyebar ajarannya di tanah Nusantara.

Perkembangan Wahabi walaupun bukan ormas sangat pesat sekali. Selain dana dari luar negeri yang mengalir kepada para tokoh-tokohnya. Para penyebar nya pun pintar memainkan isu SARA dan cenderung memaksa serta menyalahkan kelompok lain. Baca juga: Sasaran Tembak Wahabi Takfiri Adalah NU Bukan yang Lain

Pembawa Paham Wahabi Pertama ke Indonesia

Ketua Wahabi di Indonesia?
Pengikut Abu Bakar Baasyir

Azyumardi Azra sebagai pengamat keislaman, menyatakan secara jelas keterkaitan ajaran kaum Wahabi dengan orang-orang di Sumatra Barat, seusai kepulangan tiga orang yang baru datang dari ibadah haji pada tahun 1803.

“Perjalanan haji mereka bersamaan dengan dikuasainya Mekkah oleh kaum Wahabi,” tulis Azyumardi Azra dalam bukunya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII (2013).

Sebab itu, “cukup beralasan bila mereka – Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piobang – dianggap terpengaruh ajaran-ajaran Wahabi.”

Pengaruh itu terlihat dari penentangan terhadap bid’ah, penggunaan tembakau, dan pemakaian baju sutra. “Mereka usahakan pula untuk menyebarkannya secara paksa di wilayah Minangkabau,” tulis Azra.

Seperti kemudian tercatat dalam sejarah, ketiga haji itu dan sosok Tuanku Nan Renceh – didukung kaum Paderi – memaklumkan jihad melawan kaum Muslim yang tidak mau mengikuti ajaran-ajaran mereka.

“Akibatnya, perang saudara meletus di tengah masyarakat Minangkabau,” ungkap Azyumardi. Atas campur tangan kolonial Belanda, perang Paderi itu berakhir pada penghujung 1830-an. []

Sumber: BBC Indonesia