Kata-kata Santri Zaman Now untuk Para Pahlawan

oleh

Kata-kata Santri Zaman Now untuk Para PahlawanSantriNow | Cinta Santri untuk Hari Pahlawan

# Kang maafkan aku jika aku keliru.

Menyapamu setiap bertemu.

Tanpa harus malu.

Sebagai yang bisa berlaku.

Di Pesantren milik orang tuaku.

# Ning maafkan daku.

Santri yang tidak tahu diri.

Selalu saja punya hati.

Pada ning yang berbudi.

# Kisah cinta seorang santri.

Pada putri kyai.

Mungkin di pesantren sidogiri.

Boleh juga di kediri.

Sudah lupa karena lama sekali.

# Kang dan ning belum mengerti.

Bahasa gaul seperti kini.

Tidak di ucapkan you love me.

Tidak juga diucapkan anta tuhibbuni.

Mereka justru punya istilah cinta sendiri.

Istilah yang disepakati.

Agar tidak diketahui oleh pak kyai.

Juga oleh bu nyai

# Santri datang setiap pagi.

Menyapu rumah kyai.

Sambil mengintai.

Siapa tau ning dibalik lemari.

Sambil mengaca diri.

Agar cantik bak bidadari.

# Ternyata angan itu terjadi.

Santri mendekati.

Sambil pura-pura mencari.

Sapu didekat lemari.

Saat itulah pertama kali.

Santri ucapkan perasaan hati.

Pada putri kyai.

Diterima dan terima kasih.

Telah membalas cinta kasih.

Pemberian ilahi robbi.

# Cinta belum direalisasi.

Sebagai yang diingini.

Santri mnedengar fatwa kyai hasyim asy’ari.

Tentang kewajiban membela negeri.

Santri berangkat mengikuti kyai pergi.

Berperang melawan sekutu yang diboncengi.

Tentara belanda dan nica yang iri hati.

Santri membawa bambu yang dilancipi.

Sebagai senjata dan perisai.

Melawan jenderal mallaby.

Orang inggris yang akhirnya mati.

# Ditangan para santri.

Pertempuran menjadi-jadi

Sekutu melawan pribumi.

Akhirya surabaya dikuasai.

Pribumi amat pedih.

Santri gamang membagi.

Antara cinta dan negeri.

Santri putuskan tetap pergi.

Berperang lagi.

Bambu runcing yang dikanan dan dikiri.

Santri katakan pada ning yang dicintai.

Aku pergi untuk mencari.

Ridho illahi.

Berperang di jalan sabili.

Ning mengangguk sambil berdiri.

Terasa sangat sedih.

Ada isyarat yang tidak di mengerti.

Ditinggalkan seorang kekasih.

Santri pujaan ning sendiri.

# Sepuluh november telah terjadi.

Aksi heroit para pemberani.

Melawan sekutu yang tidak berhati.

Santri berangkat dari pelene.

Serukan takbir illahi.

Santri maju dan melompat gagah berani.

Tapi nasib tidak bisa dihindari.

Santri tertembak dan mati.

Badan penuh darah mengalir sendiri.

Santri hanya bisa ucapkan.

Illahi robbi.

Anta maqsudi.

Wa ridlo madlubi.

Kabar santri gugur ini.

Sampai pada ning putri kyai.

Ning sangat sedih.

Meski dia bangga punya keaksih.

Seorang pejuang negri.

# Ning tidak pernah lagi.

Menjalani cinta dengan siapapun sampai mati.

cinta sejati demi negri.

Untuk anak cucu agar tidak terulang lagi.

Barat ataupun timur sendiri.

# Kisah cinta santri.

Sampai kini masih suci.

Bukan nafsu mendominasi.

Cinta transendensi.

Bukan imanen seperti kini.

Tanpa sperpektif illahi.

Kontribusi santri.

Pada negri ini.

Melawan penjajah sampai mati.

Berani tinggalakan kekasih.

Membela negeri.

Demi kejayaan bangsa ini.

Baca juga: Pidato Tentang Santri Zaman Now

————————————————-

Sumber: Buku Hari Santri

Karya: Prof. Dr. H. Abd. Haris, M. Ag