Apa dan Siapa santri itu?

oleh

Apa dan Siapa santri itu?SantriNow | Generasi muda merupakan asset bangsa yang paling menentukan atas kemajuan sebuah Negara di masa mendatang. Oleh karenanya penting mendidik anak muda supaya terbentuk pemudah yang berkualitas bagik secara skill, prilaku dan ilmu serta nilai-nilai agama.

Latar belakang itulah muncul istilah santri yang disematkan pada anak muda yang belajar di pesantren. Berikut beberapa pengertian istilah santri menurut beberapa tokoh dan cendekiawan. Baca: Kata-kata Santri Zaman Now untuk Para Pahlawan

1. Menurut Prof. KH. Saifuddin Zuhri (w-1986); mantan Mentri Agama RI 1962-1967.

Istilah santri berasal dari bahasa Sansekerta, yang terdiri dari dua suku kata san artinya suci dan tri artinya tiga. Jadi santri sama dengan tiga kesucian, yaitu; suci dalam I’tiqod, suci dalam ilmu, dan suci dalam amal. Ada juga yang menyatakan suci dalam Iman, Islam, dan Ihsan.

2. Menurut Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan Jawa Timur, yang juga dijadikan pegangan PP. Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo Situbondo Jawa Timur, yaitu;

بشاهد حاله هو من يعتصم بحبل الله المتين ويتبع سنة الرسول الأمين صلى الله عليه وسلم ولايميل يمنة ولا يسرة في كل وقتت وحين هذا معناه بالسيرة والحقيقة لا يبدل ولايغير قديما ولاحديثا والله اعلم بنفس الامر وحقيقة الحال

Artinya: “Dengan melihat realitasnya, santri adalah orang yang berpegang teguh pada al-Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, lurus dan konsisten. Pengertian ini secara kesejarahan dan berdasar realita, tidak dapat diganti dan diubah selamanya. Allah Maha Tahu atas segala kebenaran.”

3. Pesantren Zainul Hasan, Genggong Pajarakan Probolinggo Jawa Timur, memberi makna kata SANTRI dari masing-masing huruf sebagai akronim, yaitu:

S = Sopan
A = Ajeg (istiqomah)
N = Nasehat
T = Taqwalloh
R = Ridlolloh
I = Ikhlas Lillahi Taala

Masing-masing makna kepanjangan dari huruf di atas didasrkan pada ayat-ayat al-Quran, Hadits, dan maqolah almarhum al Arif Billah KH. Moh. Hasan Genggong (w-1952)

4. Ada yang memberi makna kata santri tersebut dari tulisan huruf Arab yang terdiri dari sin, nun, ta’, ra’, dan ya’.

Sin = sabiqul khairat (orang yang berlomba dalam kebaikan)
Nun = naibun anil masyayikh (orang yang akan menjadi pengganti para syaikh/guru)
Ta’ = tarikul ma’ash (orang yang meninggalkan maksiat)
Ra’ = rodlin an qismillah (rela terhadap pemberian Allah)
Ya’ = yarju as-salamah (mengharapkan keselamatan)

5. Menurut al-Maghfurlah KH. Zaini Mun’im (w.1976), PP. Nurul Jadid, Paiton Probolinggo Jawa Timur, beliau merumuskan ahwal santri yang disebut dengan Trilogi Santri itu ada tiga kriteria, yaitu:

1. Memperhatikan kewajiban-kewajiban Fardlu Ain.

الاهتمام بالفروض العينية

2. Memperhatikan (mawas diri) untuk meninggalkan dosa-dosa besar.

الاهتمام بترك الكبائر

3. Berbudi luhur kepada Allah dan kepada sesame makhluk.

حسن الادب مع الله ومع الخلق

Kalau kita perhatikan dan kita cermati teks di atas pada lafdh ‘Al-Frudlu al-ainiyyah’ dan lafadh ‘Al-Kabair’, keduanya menggunakan ‘al’ atau disebut pula ‘lam ta’rif’, berarti jenis atau macam-macam dari keduanya sudah diketahui/dikenal. Baca juga: Santri Zaman Now dan Pola Hidup Digital

Hal itu berarti pula bahwasanya setiap santri harus bisa mengenali dan menyebutkan apa saja macam-macamnya perbuatan/amal ibadah dan keyakinan atau aqidah yang termasuk dalam fardlu ‘ain’ (kewajiban perseorangan/individual), serta dapat mengenali dan menyebutkan macam-macam amal/perbuatan dan perkataan yang tergolong dalam dosa-dosa besar. []

Tulisan ini disarikan dari buku berjudul Guru Ngaji karya Drs. H. A. Bashori Shanhaji, M.si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.