Warning to Romantic Moment

oleh

 


SantriNow | Teman-teman Sang Fajar News….
Sekarang kita sudah tiba saatnya untuk Going to School….bukan ?
Gimana liburan kemarin ?
Senang atau….
Sedih… ni…

Ya saya yakin yang jelas kalian pasti senang…..
Mungkin ada beberapa hal yang membuat kalian senang…
Entah itu kemarin senang ketemu
Keluarga…
Sahabat…

atau yang lain.

Tapi…tapi..kalau yang ditemui
Pacar !. ha….ini wajib resapi ulang.

Pembahasan kali ini, mengenai bagaimana caranya kita mampu menahan nafsu. Bukan berarti disini kami terlalu mengatur kamu Sob… tapi harus dilihat dong positifnya… jangan negatif tingking bahwa kami kayak sok suci. Tidak demikian.

Ketika kita sudah tergoda. “ikut apa nggak ya..” (pasti berbunyi seperti itu). Tapi kalau imbang nih antara hati dan logika Insya Allah kamu sudah bisa dikatakan pandai memecahkan masalah dan mengerti antara baik dan buruknya suatu sikap.

Sebelum berbicara, sebelum bertindak wajib dipikir terlebih dahulu agar selamat dari “warning”.
Mempunyai prinsip yang kuat agar tidak terpengaruh hal yang buruk, contoh : Tahan dari gombalan lelaki.

Pacar Gerbang dari Maksiat (zina)

Ini nih, permasalahan yang paling umum.
Biasa yang namanya santri pondok. Kalau sudah pulang, pasti kebanyakan “banyak yang nembak”. Benar gak ??

Hal ini lah yang membuat hati perempuan goyah. Apalagi kalau sudah digombali wow ini sudah bikin hati berbunga-bunga. Benar kagak ?
Lha ini “warning”

Belum tentu seorang lelaki ketika memuji kamu suka sob. Kita harus pandai untuk jual mahal, agar tidak mudah terjerumus di sebuah hal yang katanya romantic moment yakni (pacaran).

Padahal kalau laki-laki ngajakin kamu pacaran, nih nunjukin bahwa dia “tidak cinta”
Jikalau di sini ada salah kata yang menyakiti kamu, Saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
Karena saya tidak berniatan untuk menyakiti kamu sesungguhnya.

Tapi mengingatkan kamu. Sesuai dengan pengalaman saya bahwa pacaran itu merugikan. Apabila di sini ada yang menurut kamu kurang baik jangan ditiru. Tapi bila itu baik menurut kamu, maka terapkan. Sekali lagi saya katakan penulis, di sini bukan berarti merasa sok suci.

Tapi sama-sama belajar. Dan bila kita mengetahui suatu ilmu yang baru, wajib pula bagi kita untuk memberitahukannya. Syukron Katsiron

Penulis: Novi Susilowati (Santri Banu Hasyim Waru Sidoarjo)

Silahkan nilai tulisan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.