Tradisi KUPATAN Madura

oleh

Tradisi KUPATAN MaduraSantriNow | Tradisi Kupatan merupakan kegiatan turun temurun yang sudah berlangsung sejak lama di Madura. Kebiasaan ini dilakukan pada saat tanggal 10 Syawal, sepuluh hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat ramai-ramai membuat ketupat dari bahan janur kelapa yang masih muda.

Tradisi kupatan di Madura memiliki corak yang berbeda bila dibanding dengan kupatan di Jawa. Di Madura kupatan dibuat dari janur yang kemudian sebagian dibawa ke Masjid dan Musholla sekitar guna disedekahkan pada jamaah yang sedang tahlilan dan yasinan di sana.

Tradisi KUPATAN MaduraJamaah tahlil itu adalah orang-orang sekitar Mushollah atau Masjid. Mereka dengan suka rela datang pagi-pagi sekitar jam 8.00. Setelah berkumpul dan dikira sudah siap untuk dimulai acara tahlil maka takmir Musholla memberi aba-aba bahwa acara bakal dimulai.

Baca juga: Istiqlal Bakal Kebanjiran Gemuruh Jamaah Sholat Idul Fitri, Tengok lah

Pada saat tahlilan atau yasinan sudah selesai maka ketupat dan lauk-nya dikeluarkan guna dihidangkan pada para jamaah tahlil. Mereka kemudian santap bersama di Musholla itu. Ini merupakan tradisi yang sudah berjalan sekian abad di Madura. Tradisi “Tellasan Topak” orang Madura bilang, (Riaya Ketupat).

Ya itulah Kupatan ala Madura punya. Silahkan barangkali ada yang perlu ditambahkan, langsung dikomentari tulisan ini. Biar rame, kalau perlu dibagikan keteman dan sahabat Anda di Medsos. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.