Saya Punya Islam Aman dan Nyaman

oleh -
Saya Punya Islam Aman dan NyamanSantriNow | Islam aman dan nyaman, ya itulah kira-kira yang akan disuguhkan oleh Islam Moderat. Islam yang berusaha membebaskan diri dari jebakan  radikal dan kebebasan liberal. Sebenarnya istilah ini tidak ada bedanya dengan istilah Islam Nusantara, karena orang-orangnya adalah satu.
Maksudnya satu paham, satu aliran, satu agenda dan satu tujuan. Mungkin bedanya hanya pada nama dan pengaruhnya saja. Istilah Islam Moderat lebih kepada sifat yang diambil, kemudian dijadiakan nama. Sementara Islam Nusantara lebih kepada wilayah atau lokalitas.

Pengaruh dari istilah ini ada dua kemungkinan. Pertama bisa saja dengan adanya istilah moderat atau jalan tengah, ini akan mudah meluas ke jagat dunia, karena mengingat moderat jangkauannya tanpa batas dan tampa membawa embel-embel suatu wilayah.

Kedua Bisa istilah ini menjadi jebakan batman alias tindakan konyol oleh pemberian istilah itu sendiri. Karena dengan mengenalkan dirinya sebagai Islam yang tengah-tengah, di luar istilah dirinya dianggap tidak moderat.
Sejauh yang penulis ikuti, Istilah moderat ini di ambil dari kata wasathan dalam ayat quran berikut “wa kazdalika ja’alnakum ummatan wasathal li-takunu syuhada’a ala al-nas.

Arti harfiahnya “dan demikian Aku jadikan kalian umat yang tengah-tengah, agar kalian menjadi saksi-saksi atas manusia.” Kalau memang ayat di atas yang jadi pijakannya, maka kiranya tidak terlalu penting identitas atau istilah moderat di atas. Karena ayat di itu muatannya bukan kepada identitas melainkan kepada sikap atau prilaku.

Prilaku yang imbang atu pemahaman yang imbang inilah yang sejatinya harus dimiliki oleh umat islam. Bukan identitas moderat atau istilah yang lain. Karena jika hanya mencari pengakuan atas ke islaman dirinya.

Tidak ada bedanya dengan promo barang baru dengan diskon 90%. Dan pihak toko sudah tahu apa yang harus dilakukan jika mau mendiskon barang barunya sampai 90%. Karena tidak mungkin mau, toko menanggung kerugian dalam jumlah besar, akibat diskon.

Dua tahun terakhir ini umat islam khususnya di Indonesia saingan dalam memasarkan dirinya sebaagai islam yang terbaik. Muncullah istilah-istilah atau lebel yang sengaja dibuat, agar orang lain mengakui kebenarannya. Pemujaan terhadap identitas diri sebagai isalam yang paling benar inilah, yang sebenarnya kurang benar []

Silahkan nialai tulisan ini