Nasib Kitab Kuning di Pesantren Masa Kini

oleh

SantriNow | Kitab kuning atau kitab gundul merupakan salah satu ciri khas pesantren di bumi Nusantara ini. Hal ini dikarenakan pesantren sebagai wadah pendidikan yang bernafaskan Islam. Sebagaimana kita ketahui, bahwa islam muncul di timur tenagah pada abad ke 7 M.

Sehingga kitab kuning yang sedianya karangan ulama-ulama arab harus dipelajari dan diterjemahkan ke dalam bahasa lokal.

Namun seiring berkembangnya zaman, kitab kuning yang dulunya di puja-puja, kini mendapatkan cobaan akibat sepinya peminat.

Bahkan terbukti sebagian pesantren di nusantara ini tidak lagi mengkaji kitab kuning melainkan langsung pada qur’an dan hadis terjemahan yang sudah siap pakai. Menurut sebagian dari mereka, kitab kuning sudah dianggap tidak relevan dengan kehidupan sekarang.

Maka pertanyaanya sekarang adalah “ apakah kitab kuning memang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman sekarang”.

Dalam menjawab persoalan ini perlu diuraikan panjang lebar mulai dari sejarah kitab kuning itu sendiri, serta peranannya dalam mewarnai kajian di pesantren.

Dengan demikian, akan ditemukan tentang penting tidaknya kitab kuning di masa kini dan mendatang. Sehingga langkah pesantren ke depannya tidak konyol alias nol []

Silahkan nilai tulisan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.