Menyongsong Banu Hasyim Setahun Ke depan

oleh

SantriNow | Pergantian Ketua Pengurus telah berlangsung, tapi belum diresmikan atau dilantik. Meski begitu, pemilihan kemarin sudah menjadi awal dari serangkaian untuk tahap pelantikan. Sebagaimana kemarin tanggal 30 Desember 2015 setelah pemilihan kemudian diikuti penghitungan suara, dan sudah jelas siapa yang terpilih.

Maka dari itu, saya ucapkan selamat menyongsong masa depan banu hasyim yang lebih baik. Semoga banu hasyim berada di tangan pengurus yang baru akan tambah jaya, sekali lagi semoga tambah jaya.

Hal itu tentu butuh perjuangan yang melelahkan. Maka berjuanglah utnuk mencapainya. Harapan untuk pengurus yang baru. Kerja cepat dan tepat harus menjadi pilihan bagi setiap yang mengganti pengurus yang lama. Karena akan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu singkat. Karena jika tidak, maka banu hasyim akan terpuruk.

Jangan sampai kelalaian tahun kemarin dilakukan lagi sekarang. biar tidak mutar di tempat. Apa yang sudah kemarin diingatkan dan dikeritiki harus menjadi bahan pertimbangan atau pembenahan banu hasyim ke depan. Teruatama dan paling penting masalah ubudiah.

Baca: Arti Jatim Park Bagi Santri Banu Hasyim

Mengapa ubudiah, karena jantungnya pesantren ada di ubudiyah dan pendidikan atau diniyah. Khususnya mengenai ngajinya santri yang masih banyak kurang benar alias keliru. Maka dari itu PR pengurus dan Ustadz ke depan ya membenarkan menejemen dan metode itu.

Masalah keamanan, santri harus aman dari pencurian, gashab sandal, baju dan sebagainya. Hal ini fatal sekali akibatnya. Sebagaimana tahun kemarin terjadi. Pada awal pembelajaran bersamaan dengan anak baru, banyak mereka yang kehilangan uang, baju, dan sandal.

Maka tugas keamanan sekarang fokus di persoalan ini. Walaupun yang lain juga harus dijaga, seperti ngontrol pintu gerbang dan pintu-pintu yang lain. Dan jangan membuat kegaduhan yang tidak berarti, contoh; pengurus melakukan hal-hal yang kurang terhormat bagi anggotanya.

Intinya, bagaimana pengurus bisa melayani anggota supaya aman dan nyaman. Karena persoalan ini juga ngefek ke program yang lain. Jika santri sudah tidak betah, bagaimana ia bisa belajar dengan tenang dan seterusnya.

Tugas Ketua Pengurus, selain aktif di dalam mengurus segenap administrasi yang harus ditangani sendiri. Juga bisa ngontrol sekaligus memberi arahan kepada pengurus yang lain. Dan ketua harus memberi contoh yang baik bagi pengurus yang lain serta anggotanya. Jangan memakai aji mumpung. Mumpung jadi ketua pengurus maka ambil seenaknya sendiri.

Baca juga: Ratusan Santriwati PP. Banu Hasyim Sidoarjo Pilih Nyate Bareng Ketimbang Mudik

Tulisan ini adalah bentuk perhatian penulis kepada segenap pengurus yang akan datang. Harus lebih baik dari yang kemarin. Kalau masih sama, berarti sama saja.

Silahkan nilai tulisan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.