Kiai Kholil Bangkalan dan Nasabnya kepada Wali Songo

oleh -

. Peninggalan

Dalam bidang karya, memang hampir tidak ada literatur yang menyebutkan tentang karya Kiai Kholil. akan tetapi Kiai Kholil lepas banyak sejarah dan sesuatu yang tidak tertulis dalam literatur yang baku. Ada pun peninggalan Kiai Kholil dihususkan:

Pertama: Kiai Kholil menyelenggarakan pendidikan tinggi sebagai pendidikan alternatif bagi masyarakat Indonesia. Pada saat penjajahan Belanda, hanya sedikit orang yang dibolehkan belajar, itu pun hanya dari golongan priyayi saja; di luar itu, bisa belajar di sekolah. Dari sanalah sekolah pesantren menjadi jamur di daerah Jawa, dan mengisi sangat banyak santri Kiai Kholil yang setelah lulus, mendirikan pesantren. Seperti Kiai Hasyim (Pendiri Pesantren Tebu Ireng), Kiai Wahab Chasbullah (Pendiri Pesantren Tambak Beras), Kiai Ali Ma’shum (Pendiri Pesantren Lasem Rembang), dan Kiai Bisri Musthafa (Pendiri Pesantren Rembang). Dari murid-murid Kiai Kholil, banyak muridnya yang kemudian menjadi satu hari di pesantren, dan begitu seterusnya.

Kedua: Selain Pesantren yang Kiai Kholil tinggal di Madura –khususnya, ia juga merupakan kader-kader Bangsa dan Islam yang dapat didik, yang akhirnya menjadi pemimpin-buruh.

Kiai Kholil (KH. Muhammad Kholil Bangkalan Al-Maduri), adalah satu fenomena terpisah. Dia adalah salah satu pemimpin pesantren di Nusantara. Sebagian besar pengasuh pesantren, memiliki sanad (sambungan) dengan para murid Kiai Kholil, yang tentu saja memiliki kesinambungan dengan Kiai Kholil.

Beliau wafat dalam waktu yang singkat 106 tahun, pada 29 Ramadhan 1341 H / 14 Mei 1923 M. Semoga amal ibadah beliau di terima oleh Allah SWT dan semoga kesalahan-kesalahan beliau juga diampuni oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin []