Kapal Tenggelam di Danau Toba 180 Lebih Penumpang Hilang

oleh -

Kapal Tenggelam di Danau Toba 180 Lebih Penumpang Hilang SantriNow | Sekitar 180 lebih penumpang belum ketemu akibat kapal yang tenggelam di Danau Toba pada Senin (18/6) sekira pukul 17.15 WIB. Menurut informasi setempat, kapal penumpang itu kelebihan muatan. Kata kepolisian setempat menyatakan kapal kayu itu berlayar tanpa manifes dan standar keselamatan yang rendah.

Menurut beberapa informasi, kejadian itu bermula saat setir kapal patah karena kerasnya ombak yang menghantam sehingga kapal pun terbalik.

“Sampai saat ini dari sore kemarin, adik belum ada kabar sama sekali. Keluarga masih di Tigaras untuk menunggu kabar,” tuturnya.

Sepanjang perjalanan di perairan Danau Toba itu, kata Dameria, keluarganya tak mendapatkan jatah kursi karena telah lebih dulu diduduki penumpang lain.

Menurutnya, karena melebihi kapasitas bangku, banyak penumpang terpaksa duduk di geladak bawah kapal.

“Tidak ada life jacket. Beberapa kali saya menyeberang ke Samosir, tidak pernah ada,” tuturnya.

Adapun, Mei lalu Dameria juga menumpang kapal cepat (speedboat) kala menyusuri Sungai Musi di Palembang. Ia mengaku tak melihat atau ditawari pelampung.

Jantungnya berdegub kencang saat ombak di sungai itu meninggi dan angin berhembus kencang.

“Pelampung memang tidak pernah disediakan. Penumpang juga tidak pernah peduli,” ucapnya mengulang perkataan kru kapal.

Saat ini dia kapok menumpang kapal yang tak menyediakan pelampung. Rentetan kecelakaan kapal yang menewaskan puluhan orang dalam satu bulan terakhir membuatnya berpikir dua kali.

Baca: Mengapa Ular Sanca Memakan Perempuan Muna, Sulawesi Tenggara

Korban Akibat Kapal Terbalik

Kapal Tenggelam di Danau Toba 180 Lebih Penumpang HilangMenurut data Posko Simanindo Kabupaten Samosir, yang disampaikan Kasubbid Penmas Polda Sumatra Utara AKBP MP Nainggolan kepada kantor berita Antara, jumlah penumpang yang belum ditemukan mencapai 189 orang.

Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengonfirmasi bahwa 188 penumpang KM Sinar Bangun masih dicari.

“Masih ada 188 orang yang dicari, kami akan terus lakukan pencarian,” ujar Petugas Pos Basarnas Sunyoto kepada Kompas.com.

Sebelumnya, sebagaimana dicuitkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (20/6), sebanyak 166 korban hilang, 18 selamat, dan satu orang dipastikan meninggal dunia.

Segenap korban merupakan para penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6) sekira pukul 17.15 WIB saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tiga Ras di Kabupaten Samosir.

Menurut otoritas setempat, kapal penumpang itu kelebihan kapasitas. Bahkan, kepolisian setempat menyatakan kapal kayu itu berlayar tanpa manifes dan standar keselamatan yang rendah. []