Gus Ipul Kalah, Bentuk Kekecewaan Warga Kepada NU Struktural Jatim

oleh

Gus Ipul Kalah, Bentuk Kekecewaan Warga Kepada NU Struktural JatimSantriNow | Memang sedikit ganjil bila dilihat dari para pendukungnya. Gus Ipul dan Mbak Puti didukung oleh beberapa kiai karismatik di Jawa Timur mulai dari Kiai Sidogiri dan kiai karismatik lainnya, bahkan ketua PWNU pun terkesan dukung Gus Ipul, tak ketinggalan para pemuda Ansor Jatim juga sama menjadi pendukung Gus Ipul.

Tapi mengapa Gus Ipul masih kalah? Nah itulah politik, belum tentu yang kuat yang menang, karena yang menentukan bukan mereka tapi rakyat Jawa Timur. Kebanyakan rakyat Jawa Timur sudah sepakat untuk mencoblos mantan mentri sosial itu. Atas dasar itu Allah mentakdirkan bu Khofifah yang menang.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Jubir PKB, Karding meyakini Gus Ipul bakal kebanjiran suara. Bahkan katanya, kalau Gus Ipul kalah para kiai tidak punya muka.

“Mas Ipul yang didukung kiai keseluruhan akan menjadi pertaruhan. Kalau kalah, kiai-kiai bisa kehilangan muka. Karena seluruh kiai yang punya basis dan besar dan karismatik hampir seluruhnya ke Gus Ipul. Jadi saya tidak terlalu khawatir dengan survei ini karena mungkin mesin dan pendukung ibarat motor Honda panasnya belakangan,” kata Karding.

Baca: Gus Ipul Kalah Telak, Mohon Kiai Legawa, Ini Politik Bukan Akidah

Namun klaim PKB ini langsung dibantah oleh PPP. Partai yang juga diisi oleh warga Nahdliyin ini menjelaskan awal mula akhirnya menjatuhkan pilihannya ke Khofifah, yang pada pilkada terakhir tidak mereka dukung.

Sekjen PPP Arsul Sani menjelaskan awalnya para kiai kultural di Jawa Timur, terus menerus bertemu dengan partainya untuk mengusung Khofifah.

“Kiai NU yang kultural meminta mengusung Mbak Khofifah. Mbak Khofifah-nya sendiri sebetulnya enggak mau,” kata Arsul, dalam pemaparan survei Poltracking.

Kiai-kiai kultural itu termasuk kharismatik di sana. Seperti Salahudin Wahid, adik kandung almarhum Gus Dur. Bahkan menurutnya, sebelum KH Hasyim Muzadi meninggal, pesannya adalah mengusung Khofifah.

Setelah PPP cermati, kata Arsul, ternyata kiai-kiai ini terbagi dua dalam memberikan dukungan. Yakni yang struktural dan kultural. Bahkan ia menyebutkan, struktural condong ke Gus Ipul karena sudah terkontaminasi dengan PKB.

“Kiai NU struktural, karena sudah diokupasi oleh PKB, itu cenderung ke Gus Ipul. Tapi kiai kultural itu datang ke kami,” kata Arsul.

Maka, anggota Komisi III DPR itu mengatakan tidak tepat juga kalau dikatakan bahwa kiai-kiai akan kehilangan muka seandainya Gus Ipul kalah dari Khofifah. Bahkan menurutnya, itu terlalu berlebihan alias lebay.

“Apakah otoritas kiai NU jatuh, enggak juga. Tapi memang harus dipahami dikultur NU biasa juga warga Nahdliyin itu urusan keagamaan sami’na wa’atona (patuh) pada kiai. Tapi urusan politik biasa defiasi,” katanya.

Ia mencontohkan, salah satu ulama terkenal NU di daerahnya di Jawa Tengah, yakni Habib Luthfi. Soal pilihan politik, tidak jarang yang dijagokan oleh Habib Luthfi tersebut, kalah.

Nyatanya Khofifah keluar sebagai pemenang dalam pertarungan Pilgub Jatim. Inikah bentuk kekecewaan warga terhadap NU Struktural Jatim? []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.