Women Is Devil (CelotehSholeh _Sholeh Sholihun)

oleh

Women Is Devil (CelotehSholeh _Sholeh Sholihun)SantriNow | Ada orang mati ditembak.Beritanya ada di Koran dan di TV. Menyaingi beritanya bencana gempa dan tsunami. Tersangkanya seorang pengusaha. Salah seorang bos kelompok MRA. Kamu mungkin sudah baca atau dengar beritanya.
Ada yang menarik ketika penembakan di Hilton itu terjadi. Katanya, si bos sedang bersama seorang perempuan-entah siapa. Kartu BCA yang digunakan perempuan itu ditolak, Singkat kata, si perempuan lapor kepada si bos.

Entah bagaimana kejadian sebenarnya. Yang jelas, pegawai malang yang baru satu bulan kerja di sana akhirnya mati ditembak si bos.

Saya tidak tahu pasti bagaimana attitude si bos. Hanya, mungkin kalau saja si perempuan tidak melaporkan soal ditolaknya kartu dia, si bos tidak akan menarik pelatuk. Ini yang menarik saya. Bagaimana peristiwa itu dipicu seorang perempuan.

Saya jadi ingat kisah Hawa yang meminta Adam memetik buah khuldi di surga. Sejak dimulainya kehidupan ini, rasanya laki-laki selalu berusaha memenuhi keinginan perempuan. Semua selalu untuk perempuan. Contoh lain; Superman dan Lois Lane. Coba perhatikan.

Ceritanya pasti seputar bagaimana Superman menyelamatkan seorang Lois Lane. Mungkin kalau tidak ada Lois Lane, Superman tidak harus repot menyelamatkan dunia. Lalu, kisah bagaimana Spiderman mati-matian menyelamatkan Mary Jane dari segala marabahaya.

Maaf, bukan maksud saya menjelekkan perempuan. Saya masih normal,kok. Hahaha. Mereka makhluk cantik. Tanpa ada perempuan, tidak akan ada makhluk yang disebut lelaki. Intinya, saya tidak membenci mereka.

Bahkan banyak lelaki melakukan kebodohan karena perempuan. Bukan hanya Adam, Superman, dan Spiderman. Tapi jutaan laki-laki lain di dunia. Sepanjang zaman.

“Woman is devil, kata Jim Marrison “Woman is devil. That’s what I’ve been told. She’ll take all your money. Then She’ll spend all your gold. The devil is a woman. She’s a woman. Well I play my act, honey. She take the whole damn role…”

Devil or not,  agaknya saya masih belum bisa hidup tanpa mereka. Dan, kadang kala, justru bukankah itu yang membuat  hidup sedikit menarik dan berwarna? Ya.. Entahlah!

Silahkan nilai tulisan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.